KLIKJATIM.Com | Gresik - Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik periode 2024-2027 resmi dikukuhkan. Awang Djohan Bachtiar kembali menahkodai organisasi profesi insinyur Cabang Gresik tersebut.
Ketua PII Wilayah Jawa Timur Gentur Prihantono, dalam forum tersebut menekankan, di tengah cepatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (Ai) pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur tetap optimis bahwa profesi insinyur akan tetap relevan dan dibutuhkan.
Baca juga: Pertahankan TOP CSR #Star 5 Selama Lima Tahun, Petrokimia Gresik Borong Penghargaan Nasional
Pernyataan tersebut disampaikan Gentur Prihantono di sela-sela pengukuhan pengurus PII Cabang Gresik periode 2024-2027 di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Minggu 3 November 2024 lalu.
Memang harus diakui banyak industri saat ini menggunakan robot bahkan teknologi kecerdasan buatan (Ai). Namun dalam aktivitas dan kegiatan kontruksi masih tetap memerlukan insinyur. Kemajuan zaman memang tidak bisa kita hindari, namun insinyur indonesia akan terus berinovasi," kata Gentur.
Dia menuturkan, profesi insinyur juga akan mengalami transformasi seiring dengan kemajuan teknologi. Bahkan, sekolah teknik kedepan akan menjadikan pelajaran teknologi informasi sebagai salah satu pembelajaran utama. Untuk itu dia optimis dengan kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang didukung pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci untuk tetap relevan," imbuhnya.
Gentur juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara insinyur dan profesional dari berbagai bidang untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan kebutuhan energi berkelanjutan. Menurut dia sinergi antar disiplin ilmu akan memperkuat kemampuan dalam menciptakan solusi-solusi inovatif untuk penyelesaian tantangan kerja yang semakin kompleks.
Di tempat yang sama, Ketua PII Cabang Gresik periode 2024-2027, Awang Djohan Bachtiar mengungkapkan, dalam momen pengukuhan pengurus PII Cabang Gresik tersebut pihaknya mengangkat tema: Transformasi Menuju Pembangunan Hijau, Ketahanan Pangan, Energi Terbarukan dan Dekarbonisasi.
Baca juga: Dirut PG Dwi Satriyo Annurogo Calonkan Diri WaKetum PIITema tersebut sengaja diangkat untuk mendorong percepatan net zero emission yang dicanangkan pemerintah. Hal tersebut merupakan komitmen PII Gresik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Awang menceritakan, dalam periode pertama memimpin PII Gresik pihaknya sudah menelurkan sejumlah inovasi baru untuk memajukan daerah. Di antaranya mengurangi kandungan logam berat di kerang yang didapat dari nelayan di pesisir utara Gresik.
"Kami sudah membuat alat deporasi yang berfungsi menghilangkan logam berat di Kerang sehingga tidak hanya meningkatkan produksi namun juga menambah nilainya saat di ekspor," kata Awang.
Tidak hanya mendorong ketahanan pangan, PII Gresik juga berhasil memanfaatkan Poliuretan dari bekas isolasi tangki Amoniak menjadi Lifeboat (sampan) untuk dimanfaatkan saat ada banjir di Gresik utara.
Baca juga: SIG Salurkan 292 Hewan Kurban untuk Masyarakat di 19 Provinsi pada Iduladha 1447 H
"Dengan Life Boat buatan kami ini evakuasi masyarakat yang terkena musibah banjir akan semakin mudah karena alat ini sudah bisa difungsikan meskipun hanya diketinggian air 20 cm saja," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman menyampaikan apresiasinya atas peran PII Gresik selama ini. Wasil berjanji kedepan akan mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih intensif.
"Pemerintah daerah akan memberikan dukungan sekaligus melakukan kolaborasi dengan PII dan perguruan tinggi utamanya dalam mencetak tenaga ahli kontruksi maupun kebutuhan yang lain sesuai dengan kondisi saat ini ini," kata Washil. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar