Kasus Positif Covid-19 Berawal dari Jalan Demak, Menyebar ke Seluruh Surabaya

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Kasus positif covid-19 atau virus corona pertama atau 01 di Surabaya terdeteksi bermula dari Jalan Demak. Kemudian menyebar ke berbagai lokasi lain di Surabaya. Polda Jatim bersama pemerintah akan menerapkan isolasi terbatas di wilayah Surabaya Utara.

Kalolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Kepala Kep mengatakan, dari Jalan Demak itu kasus Covid-19 meluas ke Jalan Kenjeran (kasus 02) dengan radius sekitar 600 meter. Lalu virus menyebar ke kawasan Selatan (mulai kasus 05) tepatnya di Wonokromo.

Baca juga: Misteri Jasad di Blega Terungkap: Ternyata Tangan Dingin Anak Tiri yang Mengakhiri Nyawa Ibunya

[irp]

Mulai kasus ke-14 di Surabaya, penyebaran Covid-19 di Surabaya Utara, tepatnya di Jalan Gresik (kawasan Pasar PPI), kata Luki semakin meningkat signifikan mencapai 26 kasus sehingga Pasar PPI itu pun hari ini ditutup.

“Jadi, kami sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya, juga dengan Pemkot Surabaya. Kami akan batasi lebih ketat lagi kawasan-kawasan itu (Surabaya Utara) supaya masyarakat tetap di rumah,” ujarnya.

Ada 60 personel gabungan lengkap dengan alat pelindung diri (APD) yang akan menyemprot disinfeksi ke kampung-kampung secara berkala pakai sepeda motor, karena jalan di sana terlalu sempit.

Luki juga memastikan, Pemkot Surabaya sudah menyiapkan permakanan untuk warga setempat selama pemberlakuan isolasi terbatas ini, dan sejak beberapa waktu lalu sudah dilakukan sosialisasi.

[irp]

“Masyarakat di sana paham betul. Mobilitasnya tinggi. Banyak buruh, pedagang pasar. Hasil testimoni masyarakat di sana, mereka berterima kasih atas perhatian pemerintah ini,” ujar Luki.

Selain pemberlakuan isolasi terbatas mulai besok, Polda Jatim juga bersiap memindahkan kawasan tertib physical distancing yang tadinya diterapkan di Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo.

Menurutnya, pemberlakuan pembatasan Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan sudah efektif menurunkan angka penularan di dua lokasi itu. Sehingga akan digeser ke lokasi-lokasi masih zona merah.

Baca juga: Dorong Humas Proaktif dan Respon Akurat, Terminal Teluk Lamong Integrasikan AI dalam Strategi Kehumasan

“Kami sudah evaluasi dengan Dirlantas, tadi sudah dilakukan survei di Jalan Kenjeran, Jalan Gresik, Jalan Jepun, Jalan Veteran, Jalan Raya Simokerto, Jalan Raya Dupak, Indrapura, Jalan Jakarta, dan Sidotopo Wetan,” ujarnya.

Di kawasan-kawasan itu selain diberlakukan isolasi terbatas juga akan diterapkan buka tutup jalan disertai pengalihan arus, yang menurut Luki, sudah mulai disosialisasikan oleh Tim Polda Jatim belakangan ini.

Kawasan physical distancing ini, seperti yang sudah beredar, juga dipindahkan ke Jalan Pandegiling. Alasannya, penyebaran virus Covid-19 sudah mulai mendekati kawasan padat penduduk itu.

“Daerah Pandegiling ini padat. Aktivitasnya sangat tinggi. Kami akan lakukan tindakan jangan sampai (Covid-19) menyebar ke daerah ini, karena lokasi ini sampai sekarang masih nihil,” kata Luki.

Kenapa Kapolda bisa menjelaskan dengan sangat detail sebaran kasus mulai dari kasus 01 sampai kasus 14 dan lokasi-lokasinya, karena Polda Jatim saat ini memiliki peta anatomi sebaran Covid-19.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global

Dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Rabu (15/4/2020), Kapolda menampilkan peta anatomi itu di layar lebar. Dia jelaskan, peta itu adalah peta kerawanan bagi TNI/Polri dalam melakukan tindakan.

[irp]

Luki menegaskan, peta yang mengacu data-data yang didapat dari Posko Gugus Tugas Covid-19 Jatim itu tidak akan dipublikasikan untuk masyarakat. Itu hanya untuk konsumsi Tim Gugus Tugas saja.

Akurasi peta anatomi itu, kata Kapolda, sangat akurat. Tingkat ketidakakuratannya, dia klaim di bawah 50 meter karena Polda melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk terjun ke lapangan.

“Kenapa kami buat peta anatomi ini, biar kita tahu, kita paham persebaran virus ini. Kami pakai Google Earth real time, yang kalau kita zoom, langsung kita tahu jalannya dan lain-lainnya,” kata Luki. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru