Harga Ikan Anjlok, Nelayan Bawean Menangis

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik--Sejak pandemi covid-19 atau virus corona menyebar, harga ikan lain terus turun. Nelayan yang paling merasakan kerugian. Sebab, biaya operasional melaut tak sebanding dengan harga jual ikan tangkapan.

Ali Luhan (45) nelayan asal Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kepulauan Bawean Kabupaten Gresik mengatakan, harga ikan menurun drastis sejak mewabahnya virus corona.

Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Ribuan Siswa TK dan PAUD Pangarengan Sampang Ikuti Lomba Mewarnai

"Luar biasa dampaknya bagi nelayan, bukan lagi merugi, nelayan menangis," katanya kepada klikjati.com, Minggu (12/4/2020).

[irp]

Dijelaskan Ali, sebelumnya harga ikan tongkol yang bayak dijual nelayan Bawean Rp 25 ribu per ekor. Namun, saat ini harga ikan tongkol anjlok tinggal Rp 10 ribu per ekornya.

"Biaya melaut tidak sesuai dengan harga jual ikan tangkapan," ujar Ali.

Baca juga: Tim Penurunan Bendera Lamongan Tuntaskan Tugas dengan Khidmat pada HUT Ke-81 RI

Menurunnya harga ikan laut itu dibenarkan Pemkab Gresik. Kasi Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Zainal Abidin menjelaskan, banyak rumah makan dan restoran yang biasanya membeli ikan nelayan dari Bawean tutup.

[irp]

"Sehingga otomatis harga ikan turun, orderan nelayan sepi," katanya.

Baca juga: Sukses Tunaikan Tugas di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibraka Jatim

Dikatakan, harga lobster besar di Bawean sebelumnya Rp 600 ribu per kilogram. Sekarang harganya hanya kisaran Rp 200 rb. Begitu untuk udang putih dari Rp 100 ribu menjadi Rp 40 ribu. Sementara udang budidaya sebelumnya Rp 80 ribu menjadi Rp 50 ribu. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru