Banjir di Lamongan, Kawasan Rumah Bupati, Wabup dan Ketua DPRD Dikepung Genangan

klikjatim.com
Genangan air masih terlihat di depan Kantor PCNU Lamongan Jalan Kyai Amin. (Achmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Intensitas hujan tinggi beberapa hari ini membuat sejumlah daerah dilanda banjir. Selain Gresik, banjir juga melanda Kabupaten Lamongan pada Sabtu (11/4/2020) malam.

Akibatnya beberapa ruas jalan hingga permukiman warga dikepung banjir. Termasuk di kawasan rumah pribadi Bupati, Fadeli dan Wakilnya, Kartika Hidayati.

Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, banjir terjadi di 11 Kecamatan. Termasuk di antaranya jalan dan perkampungan warga di Kecamatan Lamongan Kota.

[irp]

Pantauan di lapangan, genangan terjadi hampir di semua ruas jalan kawasan kota. Antara lain di Jalan Merpati, Jalan Dr. Wahidin, Jalan KH. A. Dahlan, Jalan Kyai Amin, serta di kawasan Jalan Suwoko dan Jalan Andanwangi yang merupakan tempat hunian Bupati dan Wakil Bupati setempat.

Tak hanya itu. Genangan juga terjadi di Jalan Sunan Giri atau kawasan rumah Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur.

Lalu, banjir pun merendam Jalan Basuki Rahmat. Yaitu, wilayah yang merupakan jantung perputaran ekonomi di kota.

Baca juga: Wisuda SELANTANG 2026, 208 Lansia di Lamongan Siap Jadi Pribadi Sehat dan Berdaya

Silatul, Ketua RW 2 Lingkungan Groyok Lamongan Kota mengatakan, terjadinya genangan ini karena air tidak bisa mengalir ke selokan atau drainase. Pasalnya banyak gorong-gorong di kawasan sekitar tidak berfungsi normal.

[irp]

"Saluran banyak yang macet tidak berfungsi," kata Silatul, Minggu (12/4/2020).

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Dengan kejadian ini, warga sekitar bergerak cepat memasang tanggul buatan di depan rumah-rumah untuk menghalau derasnya air. Sebab kondisi genangan sudah memenuhi jalan hingga masuk ke gang-gang di Lamongan Kota.

Hal senada diungkapkan oleh Mahfud, warga yang berdomisili di Perumnas Made. Dia menuturkan, banjir kali ini berbeda dibandingkan beberapa tahun terakhir.

"Sejak beberapa tahun belakangan, baru kali ini banjir terasa yang paling parah, jalanan tergenang air dan surutnya juga lama," tandasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru