Penyelundupan 223 Ekor Burung Langka Digagalkan

klikjatim.com
Barang b ukti 223 ekor burung langka yang diamankan petugas BBKP Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Upaya penyelundupan 223 ekor burung yang dilindungi pemerintah berhasil digagalkan petugas dari Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya. Burung-burung tersebut didapat dari Sulawesi hendak diperjualbelikan di Jawa Timur.

[irp]

Baca juga: Dugaan Korupsi Jargas PGN Rp2,3 Triliun Diselidiki, Kejari Surabaya Bidik Dugaan Pemasangan Fiktif

Musyaffak Fauzi Kepala BBKP Surabaya mengungkapkan burung-burung yang berhasil diamankan berjumlah 223 ekor. Burung yang berhasil diamankan itu di antaranya jenis manyar, reo-reo, perling, nuri, kolibri dan pleci.

"Burung itu dibawa oleh seseorang lalu disembunyikan di kabin kendaraan truk yang berlayar dengan Kapal Motor (KM) Darma Rucitra dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," kata Musyafak.

Baca juga: Tinjau Green Port Terminal Teluk Lamong, Staf Ahli Kemenhub Apresiasi Komitmen Dukung Net Zero Emission 2060

Ketika tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, keberadaan burung tersebut dideteksi petugas BBKP dan dilakukan pemeriksaan. Karena tidak menunjukkan dokumen kepemilikan resmi, maka 223 ekor burung diamankan di Kantor BBKP Surabaya.

[irp]

Baca juga: Korban Meninggal Kecelakaan Perempuan Mabuk Terima Santunan Rp 267 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk menjerat para pelaku yang terlibat dalam upaya penyelundupan burung-burung yang tergolong langka itu," terang Musyaffak.

Bagi penyelundup satwa langka, penyidik BBKP akan menjerat pelanggarnya dengan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. “Apabila terbukti melanggar, para pelakunya akan dikenai sanksi hukuman maksimal dua tahun penjara dan denda paling banyak Rp2 miliar,” pungkas Kepala BBKP Surabaya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru