Harga Pangan Mahal, Warga Panceng Kabupaten Gresik Serbu Pasar Murah yang Digelar Relawan Jatim Beragam

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Warga berfoto bersama di tengah pasar murah beragam di Gresik (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Relawan Jatim Bersama Ganjar - Mahfud (Jatim Beragam) menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan terjangkau di Kabupaten Gresik, Rabu 7 Februari 2024.

Kegiatan tersebut sengaja digelar lantaran harga pangan saat ini relatif tinggi, sehingga relawan Jatim Beragam yang mayoritas diinisiasi anak muda itu menggelar kegiatan pasar murah beragam ini. Warga yang hadir mendapatkan bahan pangan atau sembako dengan harga di bawah harga pasar.

Baca juga: Dua Insiden di Perairan Bawean Gresik, Perahu Nelayan Lamongan Hilang Kontak dan Nelayan Bawean Belum Kembali Melaut

Robeth Saifun Nawas, Ketua Relawannya Jatim Beragam Gresik mengatakan, kegiatan pasar murah ini digelar di Kecamatan Panceng, dan warga yang ikut tak kurang dari 90 orang.

"Kami membantu masyarakat, meski sedikit, setidaknya bisa meringankan beban kebutuhan sehari-hari," kata Robeth.

Baca juga: Update Harga Beras, Daging dan Sembako Lainnya di Kabupaten Gresik Awal Februari 2024, Minyak Goreng Naik Lumayan
Dia berujar, masalah pangan juga disampaikan kepada masyarakat yang ikut kegiatan ini. Menurut Robeth, Ganjar - Mahfud akan memastikan harga langan stabil dengan melakukan intervensi harga.

Baca juga: MPLS Dimulai, SMPN 1 Gresik Jadi Percontohan Sekolah Moderasi Beragama

"Caranya memastikan ketersediaan pangan cukup dan bahkan surplus untuk simpanan persediaan," ujat Robeth.

Menurut dia, Ganjar - Mahfud akan memperbaiki sektor hulu pangan, terutama komoditas yang pemenuhan kebutuhannya masih impor, seperti bawang putih, bahkan beras dan sebagainya.

Baca juga: Resmob Polres Gresik Ringkus Dua Terduga Pelaku Pembobol Rumah, Emas Korban Raib Senilai Rp82,6 Juta

"Nah jenis bahan makanan yang masih impor akan diusahakan bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri, caranya dengan pengembangan bibit, riset penanaman berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi," tutup Robeth. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru