GRESIK – Sejumlah pemuda yang menenggak minuman keras (miras) oplosan di Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, masih menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina. Kondisi terkini para pemuda yang dikabarkan sempat kritis sudah mulai membaik.
“Perkembangan kondisi mereka sudah mulai membaik,” kata Direktur RSUD Ibnu Sina, dr. Endang Puspitowati, saat dikonfirmasi sore tadi (18/04/2019).
Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI
Selain satu pasien meninggal yang berinisial ASP (sebelumnya disebutkan P, red), saat ini masih terdapat tiga pemuda menjalani perawatan. Mereka adalah IU, AS dan MH.
[irp]
Baca juga: Mudahkan Tanam Mangrove di Lumpur, Alat 'Pancalan' Milik PGN SAKA Resmi Dipatenkan
[irp]
Menurutnya, IU dan AS memang masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tetapi kondisinya sudah ada perkembangan membaik. “Posisinya sekarang berada di ruang perawatan warna hijau,” imbuhnya.
Baca juga: Keluhan Refraksi dan Katarak Meningkat, Eyelink Group Siap Tumbuh Jadi Pusat Mata Nasional
Sedangkan satu pasien lainnya, MH sudah dipindahkan ke kamar perawatan. “Selain yang meninggal, juga ada satu (pasien) lagi atas nama HF dan sudah pulang kemarin,” tambahnya.
Dapat diketahui, sejumlah pemuda asal Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, rame-rame pesta miras oplosan di sebuah gudang kayu desa setempat, pada Senin (15/04/2019) malam. Akibatnya satu korban tewas setelah menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina. Saat ini kasusnya dalam penyelidikan polisi. (nul/*)
Editor : Redaksi