Kurangi Emisi Karbon, Petrokimia Tanam 10 Ribu Bibit Mangrove di Mengare Gresik

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Insan PG melakukan penanaman Mangrove di Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare (Dok/PG)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Petrokimia Gresik menanam 10 ribu bibit pohon mangrove dalam momen gerakan satu juta pohon di Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjugwidoro Bungah Gresikz Rabu 10 Januari 2024. Penanaman tersebut dilakukan bersama LSM Agrie Conservation.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Petrokimia Gresik terhadap pengelolaan lingkungan, sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap program rehabilitasi hutan mangrove yang dijalankan Pemerintah.

Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook

Mangrove sendiri dikenal memiliki daya serap karbon yang tinggi, dimana emisi karbon menjadi penyebab pemanasan global.

"Standarisasi pengelolaan lingkungan yang dijalankan Petrokimia Gresik terus kami tingkatkan, salah satunya melalui program penanaman mangrove di pantai Gresik utara ini," ujar Dwi Satriyo.

Dwi Satriyo menambahkan, yang menarik dari kegiatan penanaman mangrove kali ini yaitu terdapat kontribusi aktif dari karyawan Petrokimia Gresik melalui program Charitree 2.0.

Karyawan yang terlibat aktif mengumpulkan sampah anorganik dari rumah maupun lingkungan, untuk kemudian dikumpulkan di Eco-Dropbox. Atas keterlibatan tersebut, setiap karyawan telah berkontribusi dalam pengumpulan bibit mangrove.

Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta

"Petrokimia Gresik memandang sampah anorganik yang selama ini menjadi problem lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan perubahan positif," terang Dwi.

Baca juga: Serikat Karyawan Petrokimia Gresik Awali Tahun 2024 Dengan Doa Bersama, Begini Harapannya
Dijelaskan, Karyawan mengumpulkan sampah anorganik dari berbagai sumber seperti plastik, kertas, kaca, e-waste, metal, dan minyak jelantah yang seringkali menjadi beban bagi lingkungan.

Sampah tersebut kemudian dikumpulkan di Eco-Dropbox yang sudah ada di lingkungan perusahaan. Sampah-sampah tersebut dikonversikan dalam rupiah, dan semua partisipan yang turut serta dalam acara ini juga akan mendapatkan sertifikat donasi bibit mangrove.

"Petrokimia Gresik dalam menjalankan proses bisnisnya tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga ingin menumbuhkan kepedulian dan keterlibatan karyawan dalam pelestarian lingkungan," jelas Dwi Satriyo.

Baca juga: Miris! Siswa RA-MI Bahrul Ulum Bojonegoro Belajar di Atas Lantai Tanah, Pemdes Berharap Bantuan Pemkab

Sementara itu, pelestarian mangrove menjadi kegiatan yang telah rutin Petrokimia Gresik selenggarakan. Tahun 2023 mulai dari Charitree 1.0, Petrokimia Gresik telah menanam sebanyak 3.750 bibit mangrove; kemudian di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 perusahaan, Petrokimia Gresik juga menanam 5.100 bibit, dan pada program Envirocamp 2023 sebanyak 2.000 bibit.

"Selanjutnya Petrokimia Gresik mengawali tahun 2024 dengan menanam 10.000 bibit mangrove. Petrokimia Gresik terus berkomitmen lebih untuk berkontribusi agar lingkungan lebih hijau dan berkelanjutan, serta dapat menjadi teladan dalam upaya menjaga keberlanjutan bumi milik bersama ini," tutur Dwi Satriyo. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru