Ikut Pelatihan Eco Print yang Didukung Smelting, Penjahit Ini Mengembangkan Kelompok UMKM di Desanya

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Proses membuat kain motif Eco Print hasil pelatihan di rumah pelangi (Dok/Rumpel)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Sri Dadari Penjahit Asal Golokan Sidayu awal mula mengenal Rumah Pelangi saat mengikuti pelatihan di Perpustakaan Daerah milik Pemkab Gresik, di sana dia bertemu dengan Nency Septriyana delapan tahun lalu.

Nency sendiri merupakan motor penggerak perpustakaan Rumah Pelangi, saat itu dia menjadi tutor dalam pelatihan tersebut.

Baca juga: Dzikir dan Tazkiyatun Nafs Jadi Terapi Spiritual Warga Sedagaran untuk Jaga Kesehatan Mental

Sejak saat itu Sri Dadari menjadi tertarik dengan aktivitas-aktivitas di Rumah Pelangi. Dia kemudian mengikuti pelatihan membuat kain bermotif eco print.

Eco print adalah sebuah teknik cetak dengan pewarnaan kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif yang unik dan autentik berdasarkan bentuk dedaunan alami.

"Selain itu saya juga mengikuti pelatihan batik shibori, menjahit dan membuiat merchandise di Perpustakaan Rumah Pelangi," tutur dia.

Bagi Sri dadari, bekal awal kemampuannya menjahit dikombinasikan dengan kemampuan hasil pelatihan Eco Print, menghasilkan karyanya sendiri dalam bentuk eco print. Motifnya pun macam-macam, mulai dari daun jati, daun jaranan, daun jarak kepyar, kembang sepatu dan lain sebagainya.

Baca juga: Dua Ribu Pohon Mangrove Ditanam di Lamongan untuk Restorasi Lingkungan
Biasanya motif eco print dan batik shibori digambar di atas kain katun primis, kain rayon twill, kain jersey knit bahkan sutra. 

Baca juga: SIG dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Hadirkan Material Bangunan Ramah Lingkungan

"Sisa potongan kainnya atau biasa disebut kain perca dibuat bahan bross dan merchandise lainnya," cerita Sri Dadari.

Dijelaskan, kain eco print yang dibuat Sri ternyata membuat beberapa teman dan tetangganya tertarik, sehingga mencoba turut serta belajar sehingga terbentuk sebuah komunitas atau kelompok.

Bersama kelompoknya Sri membuat karya batik eco print dan batik shibori secara mandiri dan dinamai dengan nama merek Ramban Jati, yang sekalugus menjadi nama kelompok UMKM yang dia inisiasi.

Baca juga: Sekam Padi Asal Gresik Tembus Pasar Jepang hingga Timur Tengah

Saat ini pemasaran produk UMKM Ramban Jati masih terbatas pada orang-orang terdekat, keluarga, rekan dan beberapa dari luar desa. Ramban Jati masih menerima order dari orang per orang yang dan ditawarkan melalui media sosial.

Rumah Pelangi sendiri merupakan perpustakaan desa yang pengembangan dan pengelolaannya disokong PT Smelting. Rumah Pelangi tidak hanya menjadi Perpustakaan, tapi juga menjadi ruang pengembangan komunitas dan sosial. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru