klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bupati Setyo Wahono Soroti Ribuan Anak Tidak Sekolah di Bojonegoro, Pendidikan Jadi Prioritas Bersama

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, menghadiri pengesahan anggota baru Inspira Risno. (Afifullah/Klikjatim.com)
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, menghadiri pengesahan anggota baru Inspira Risno. (Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo) yang digelar di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Pemkab Bojonegoro, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho, serta sejumlah kepala OPD lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa sektor pendidikan di Bojonegoro masih membutuhkan banyak pembenahan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang layak.

“Kita harus terus belajar dan berbenah agar pendidikan di Bojonegoro menjadi lebih baik lagi. Setidaknya kita harus mampu memberikan hak warga negara untuk mengenyam pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan ATS tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Mengatasi ATS tidak bisa sendirian. Kebijakan pemerintah daerah harus menjadi amanah dan mampu menumbuhkan keterlibatan elemen lainnya,” tegasnya.

Setyo Wahono bahkan mengaku akan lebih sering turun langsung ke lapangan, khususnya ke wilayah-wilayah yang masih ditemukan anak-anak belum bersekolah atau enggan keluar rumah.

“Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Melalui forum crowdsourcing tersebut, ia berharap lahir berbagai ide dan inovasi konkret yang dapat diterapkan dalam perencanaan hingga penganggaran daerah guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadho, mengapresiasi berbagai masukan dan inovasi yang muncul dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ini adalah PR bersama. Pendidikan bukan hanya milik SMA, SMP, SD maupun TK, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Anwar juga mengungkapkan, berdasarkan data terakhir, masih terdapat sekitar 5.610 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Bojonegoro yang membutuhkan perhatian serius dan kerja sama lintas sektor agar segera dapat ditangani.

Editor :