Warga Kediri Inginkan Fly Over Pertigaan Mengkreng

Reporter : Wahyudi
Anggota DPRD Jatim Dapil Kediri, Wara Sundari Reni Pramana

KLIKJATIM.Com | Kediri - Kemacetan rutin yang terjadi di Simpang Mengkreng Kediri menjadi keluhan masyarakat utamanya masyarakat. Karena itu, masyarakat menginginkan perlu adanya fly over Mengkreng.

“Dari permintaan warga Kediri ketika saya turun kesana d Kecamatan Gurah, Kabupaten kediri, banyak berkeluh kesah akan kemacetan di Wilayah Mengkreng,” jelas Anggota DPRD Jatim, Wara Sundari Reni Pramana saat serap aspirasi (Reses) di Kabupaten Kediri.

Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf

[irp]

Kemacetan yang terjadi, disebabkan adanya double track kereta api. Kemacetan di wilayah tersebut akan memasuki puncak saat adanya mudik lebaran, mudik natal ataupun saat musim liburan sekolah. “Sudah berbagai cara dilakukan untuk mengurai kemacetan, namun tetap saja macet di wilayah tersebut,” ungkap mantan ketua DPRD Kediri ini.

Oleh sebab itu, perlu dibuat fly over di wilayah tersebut. “Satu-satunya solusinya yaitu dibuat fly over setelah keluar tol Kertosono menuju Mengkreng,” lanjutnya.

Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'

[irp]

Untuk tindak lanjut rencana tersebut, Reni mengaku pihaknya mendorong agar Pemprov Jatim melobi pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk merealisasi fly over tersebut. “Keberadaannya sangat mendesak sekali segera perlu dilakukan pembahasan untuk membangun flyover tersebut dengan pemerintah pusat,” tandasnya.

Pertigaan Mengkreng yang terletak di Purwoasri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan pertemuan tiga wilayah, yaitu, Kertosono (Nganjuk), Purwoasri (Kediri) dan Jombang. Kawasan itu tiap tahun menjadi biang kemacetan.

Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH

[irp]

Pertigaan Mengkreng dianggap paling berbahaya karena di titik itu selain terdapat simpang tiga jalur juga terdapat perlintasan dan palang pintu kereta api. Di hari-hari biasa, kawasan Mengkreng juga sangat semrawut karena merupakan terminal bayangan bus dan travel. Penumpang yang hendak pindah jalur kebanyakan tidak mencari kendaraan umum di terminal Kertosono, melainkan di terminal bayangan itu. Padahal kawasan tersebut cukup rawan dari sisi fisik jalan karena kondisinya yang menanjak dan menurun. (hen)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru