KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan distribusi pupuk Urea subsidi ke 14 wilayah di Jatim aman dan lancar. Tercatat, per tanggal 5 Januari 2023, penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jatim sudah sebesar 116.000 ton.
Khofifah menjelaskan sejak tahun 2021 ada 14 kabupaten kota di Jatim yang menerima pupuk urea subsidi dari PT PUSRI Palembang. Yakni Kabupaten Malang, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Kota Malang, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kota Batu.
Baca juga: Warga Jember Kaget Temukan Tekstur Mirip Lafadz Allah di Cangkang Telur Miliknya
“Realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Jatim tahun 2021 ke 9 kabupaten dan 5 kota tersebut sebesar 170.000 dari alokasi 176.000 ton atau sekitar 96 persen,” kata Gubernur Khofifah saat mengunjugi PT. Pupuk Sriwidjaja (PT. Pusri) Gedung Wisma Melati Palembang, Sabtu (7/1/2023).
Berlanjut di tahun 2022 penyaluran pupuk urea bersubsidi di 14 daerah tersebut meningkat pesat hingga 315.000 ton dari alokasi penyaluran 331.000 ton atau 95%. Penyaluran pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan petani itu dibantu 62 distributor dan pengecer di 2.657 kios di Jatim.
Baca juga: Penemuan Mayat Bayi Perempuan di Dalam Kardus Depan Ruko di Ajung Jember Hebohkan Warga
"Berdasarkan Permentan 734/KPTS/SR.320/M/09/2022 Provinsi Jawa Timur telah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2023 untuk urea sebesar 1.002.944 Ton, NPK 621.355 Ton, dan NPK Formula Khusus untuk Kakao sebesar 5.467 Ton," tuturnya.
"Selain itu, dari data rencana kebutuhan 2023 yang sudah terkumpul, usulan untuk urea sebesar 1.150.806 Ton, NPK 1.464.014 ton dan usulan NPK Formula Khusus 1.756 ton. Dari Rencana Kebutuhan tersebut untuk NPK Formula Khusus masih tersisa 3.711 Ton yang rencananya tidak diserap," pungkasnya.
Baca juga: Khofifah: Inflasi di Jatim 2,92 Persen Karena Indeks Harga Konsumen Naik jadi 117,59 Persen di 2023
Diketahui, stok pupuk untuk wilayah Jawa Timur per 5 Januari 2023 tergolong aman dengan jumlah sebesar 35.303.000 ton atau 133 persen dari ketentuan Permentan sebesar 26.568.000 ton. (fat)
Editor : Redaksi