KLIKJATIM.Com | Gresik — Gereja tertua di Gresik, yakni Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) yang terletak di Jalan Setiabudi sebelah Alun-alun Gresik merayakan Natal dengan menyantuni anak yatim-piatu dan menggelar pentas budaya Tari Remo.
Perayaan Natal di Gereja yang berdiri sejak 1937 ini diikuti oleh ratusan jemaat, terlihat tempaat duduk yang disediakan penuh.
Baca juga: Unik, Gereja di Jember Dirikan Pohon Natal dari Galon Bekas Air Mineral
Pendeta GPdI Alun-Alun Gresik, Henoch Bayu mengatakan, pada perayaan Natal kali ini pihaknya merasakan adanya kesatuan dan keamanan yang sangat baik di Gresik ini sehingga bisa menjalankan ibadah tanpa terjadi hal apapun.
"Kami juga merasakan ada keamanan dan perlindungan dari tuhan melalui masyarakat sekitar. Termasuk aparat keamanan yang ikut menjaga ketertiban di sekitar gereja," ujar pendeta Henoch Bayu, Minggu (25/12/2022).
Karena itu, dalam momen tersebut Gereja menebar kasih dengan menyantuni anak-anak yatim-piatu. Serta menampilkan Tari Remo yang merupakan salah satu budaya Indonesia.
Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI
"Dengan begitu kami sangat menghargai budaya Indonesia, termasuk masyarakatnya, sehingga kerukunan terjalin semakin erat," imbuhnya.
Sementara itu, Asisten 1 Sekda Pemkab Gresik Suyono mengatakan, sesuai arahan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pihaknya diminta mengamankan Kota Pudak saat Hari Natal.
"GPdI Alun-Alun ini termasuk gereja sudah lama berdiri. Karena itu, mari kita jaga bersama. Yang pasti pemda dan jajaran TNI dan Polri harus hadir memberikan rasa aman," katanya.
Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia
Baca juga: Tinjau Kesiapan Gereja, Gubernur Pastikan Perayaan Natal di Jatim Aman dan Khidmat
Mantan Kabag Humas Pemkab Gresik itu menyatakan lokasi GPdI Kota Pudak masuk tujuh ruas bangunan kota tua, atau heritage yang baru-baru ini diresmikan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar