Undang Tokoh Lokal, Nasdem Kab. Pasuruan Ingatkan Pentingnya Keutuhan NKRI

klikjatim.com
Ketua DPD Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono saat menggelar kegiatan sosial wawasan kebangsaan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – DPD Partai Nasdem Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan sosial wawasan kebangsaan yang diikuti sejumlah elemen masyarakat. Terdiri dari tokoh masyarakat (Tomas), kepala desa (Kades), tokoh agama, pemuda, LMDH, karang taruna dan kelompok tani serta pegiat lingkungan.

Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan menilai bahwa paham radikalisme kecenderungan terjadi karena keterbatasan dalam memahami 'sesuatu'. Yaitu paham tersebut terlanjur diyakini dan dipahami benar menurut persepsinya sendiri. 

Baca juga: Jelang Tahapan Pemilu, DPD Partai Nasdem Gelar Pemutakhiran Data

Menurutnya, pemahaman tentang agama, kepercayaan, keyakinan atau kelompok dan golongan perlu didasari sikap arif dan bijaksana serta komprehensif dalam implementasinya. Sehingga kebenaran yang diyakini tidak berdampak pada pemberangusan kebenaran dan hak orang lain.

Baca juga: Buntut Sampul Majalah Tempo, NasDem Bangkalan Desak DPP Ambil Langkah Hukum

"Hakekat kebebasan keyakinan dan beragama bagi seseorang juga terbatasi oleh kebebasan orang lain, yang sama- sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Kaji Joko, sapaanya kepada awak media, Kamis (16/11/2022).

Politisi asal Prigen ini mengajak untuk saling memahami kisi dan sisi tatanan dalam bermasyarakat. Dengan mengedepankan adat budaya serta nilai-nilai sesuai UUD 1945, Pancasila serta aturan yang berlaku. "Terpenting adanya on the track dalam segala profesi yang dijalaninya. Sebagaimana yang diatur dalam undang-undang," imbuhnya. 

Baca juga: Targetkan 50 Persen Suara Nasional dari Pulau Jawa, NasDem Panaskan Mesin Politik di Jember

Keutuhan NKRI dalam pola pikir, sikap dan prinsip di atas segalanya. Artinya tidak memandang kepentingan kelompok, suku, RAS budaya, golongan, paham atau aliran. Tapi keutuhan NKRI harus dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru