KLIKJATIM.Com | Gresik—Pemerintah di Pulau Bawean, Gresik juga menerapkan protokol coronavirus disease (covid-19) atau virus corona bagi penumpang kapal. Setiap penumpang yang hendak berangkat atau turun, diperiksa lebih dulu oleh petugas.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan Bawean Lutfi Manar mengatakan, para penumpang baik yang hendak berangkat atau turun dari kapal terlebih dulu didata petugas. Para penumpang juga di tes suhu tubuhnya dengan thermogun (alat ukur suhu).
Baca juga: BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
[irp]
“Kepulangannya dari mana, ditanyakan. Jadi diadakan pemantauan, oh ini yang dari Malaysia, jadi bisa melakukan pencegahan sedini mungkin,” katanya, Sabtu (28/3/2020).
Dijelaskan Lutfi, dalam sehari ini ada dua kapal yang datang di Pulau Bawean dengan membawa penumpang. Kapal Giliyang membawa 194 orang dan kapal Natuna Expres membawa 174 penumpang.
Baca juga: Diskusi LMN Rumuskan Solusi Jaga Lingkungan Gresik Utara di Tengah Maraknya Tambang dan Tambak Udang
[irp]
“Untuk sementara nihil orang yang langsung dilarikan ke Puskesmas atau orang dalam pemantauan (ODP) atas pemeriksaan ini,” ujarnya.
Lutfi menambahkan, upaya pencegahan covid-19 di Bawean ini pihanya mengalami kendala dengan kurangnya alat pelindung diri (APD). Misalnya seperti masker yang minim dan hanya memiliki dua thermogun untuk melayani ratusan penumpang setiap hari.
Baca juga: Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
“Kami sangat kekurangan masker dan thermogun, kami merasa kewalahan thermogun hanya dua saja yang dari dinkes sedangkan di pelabuhan tidak ada. Kami harap punya dua thermogun lagi khusus Pelabuhan,” pungkasnya. (iz/mkr)
Editor : Redaksi