KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan meminta program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan dievaluasi. Pasalnya, program tersebut dinilai bikin 'gaduh' terkait kriteria penerima bantuan tersebut.
"Kriteria si penerima program RTLH ini yang menjadi persoalan. Pada juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknis (petunjuk teknis) penerima program itu, rumahnya harus memiliki pondasi dan besi kolom. Jika tidak, maka tidak akan menerima bantuan tersebut," kata Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Hatta Rizqi, Senin (3/10/2022).
Politisi Partai NasDem ini menilai bahwa kriteria penerima program RTLH tersebut membuat susah warga. Apalagi nilainya hanya Rp15 juta. "Mana cukup membangun atau melakukan renovasi sebuah rumah. Seharusnya dengan anggaran sangat minim dibuat pengembangan rumah tidak layak huni saja," ucapnya.
Tahun 2020 kemarin, penerima program RTLH ini tunai. Dengan begitu, warga yang menerima bantuan bisa memperkirakan rumah yang akan direnovasi. Tidak seperti sekarang, yaitu Rp12 juta untuk bahan material dan sisanya ongkos tukang.
Baca juga: Luncurkan Logo Muswil VI, KAHMI Jatim Bersiap Cetak Nakhoda Baru Berbasis Pengabdian Akar Rumput
Terpisah, Kabid RTLH Perkim Kabupaten Pasuruan, Ikwan Hadi mengungkapkan Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran Rp18 miliar untuk program RTLH. "Ada 1.200 RTLH siap bangun. Masing-masing penerima bantuan Rp15 juta," ucapnya.
Soal kriteria penerima program RTLH sudah diatur dalam juklak dan juknis. "Kita hanya sebatas menjalankan program itu. Jika penerima bantuan sesuai dengan juklak dan juknis tentunya akan kita berikan," imbuhnya.
Baca juga: Ekspansi ke Kota Pudak, Wingstop Resmi Buka Gerai Perdana di Icon Mall Gresik
Diakui dengan anggaran Rp15 juta untuk merenovasi sebuah rumah memang tidak mencukupi. "Si penerima bisa melakukan swadaya, sehingga dengan minimnya anggaran itu bisa merenovasi rumah layak huni," tuturnya.
Pihaknya pun sepakat ada penambahan alokasi anggaran RTLH. Namun, semua itu tergantung dari kekuatan APBD. (nul)
Editor : Redaksi