KLIKJATIM.Com | Gresik - Penyemprotan disinfektan di Perumahan GKB Gresik terkait pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal di kawasan perumahan itu telah dilakukan. Pemkab Gresik melalui Satpol PP bergerak membawa satu mobil PMK dan menyemprotkan disinfektan ke berbagai penjuru perumahan.
[irp]
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Warga setempat, Majid (60) mengaku lega dengan penyemprotan ini yang sudah dua kali dilakukan. Pertama dilakukan secara swadya masyarakat. Sedangkan yang kedua mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gresik.
"Dua kali, pertama dari swadya RW, dan ini dari Pemkab," katanya, Jum'at (27/3/2020).
[irp]
Baca juga: Dukung Program PLTS 100 GWp, PLN dan Pemprov Bali Akselerasi Infrastruktur Energi Bersih
Ia berharap untuk pemerintah lebih meingkatkan kewaspadaan lagi untuk masyarakat Gresik "Warung sudah tutup, dan masjid sudah tidak aktif jamaah disini," ujarnya.
Ditambahkan Majid, sejak ada info tersebut semua masyarakat was-was dan merasa khawatir.
"Saya sendiri sudah satu bulan lebih di rumah. Stok kebutuhan setiap minggu, dan gak pernah makan di luar. Warga sekitar sudah lockdown dari semalam, malam Jumat, yang hanya satu pintu masuk ke kawasan perumahan itu.
"Minggu besok insyallah penyemprotan lagi dari swadya RW," pungkasnya. (iz/bro)
Editor : Redaksi