KLIKJATIM.Com | Gresik — Pasar malam atau pasar rakyat makin sering digelar di Gresik. Salah satunya event bertajuk Jambore UMKM Gresik yang dihelat mulai 29 Juli hingga 07 Agustus 2022 di GKB Convex.
Pada pembukaan Jambore UMKM Gresik tersebut, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Kabupaten Gresik Malahatul Fardah mengatakan, event ini merupakan salah satu tanda bangkitnya ekonomi, khususnya UMKM Gresik.
Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat
"Yang dilakukan teman-teman dari UMKM Bersatu ini contoh upaya riil pengembangkan ekonomi pelaku UKM," kata Fardah, Sabtu sore (30/07/2022).
Dia menyebut, pengembangan ekonomi UMKM ini sejalan dengan salah satu program Nawakarsa pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah, yakni Gema Karya.
"UMKM di Gresik ada 61 ribu sekian, masih sedikit yang bisa kami bina, karena itu adanya kegiatan jambore ini maka kami sangat terbantu dalam pengembangan UMKM," Papar Fardah.
Dalam upaya pengembangan UMKM di Gresik, Fardah mengaku akan berkoordinasi dengan beberapa perusahaan BUMN, karena CSR BUMN diarahkan salah satunya pada pengembangan UMKM.
"Karena itu UMKM harus ber-NIB, tersertifikasi halal agar lebih profesional. Bertepatan dengan satu Muharram ini semoga Jambore UMKM ini ramai dan laku keras," tutur Fardah.
Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
Sementara, panitia pelaksana jambore dari UMKM Bersatu, Dewi Julianti Suryasaputra menyebut, ada 490 stand yang disediakan bagi pelaku usaha mikro dan kecil pada jambore ini.
"Kami mengadakan event ini berkolaborasi dengan Komunitas Musik, UMKM PKL dan sebagainya," katanya.
Senada dengan Dewi, Kunjung Wahyudi, Pembina UMKM Bersatu Jatim menyatakan, kunci kebangkitan ekonomi adalah kolaborasi.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Beri Keringanan Pajak Daerah
Dia megaku ingin menyatukan UMKM di Jatim yang punya karakter berbeda.
"Justru perbedaan itu yang bisa melengkapi kebutuhan satu sama lain, sehingga kita bisa bangun kemandirian ekonomi," kata Dosen ITS ini. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar