KLIKJATIM.Com | Gresik — Pada momen hari mangrove sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (26/07/2022) banyak komunitas berlomba menanam mangrove.
Tujuannya untuk melestarikan dan mengembangkan ekosistem mangrove yang mampu mencegah abrasi dan menyerap karbon.
Baca juga: Hutan Mangrove di Jatim Paling Luas di Pulau Jawa
PT Smelting, sebagai salah satu perusahaan pengolahan bahan tambang sejak medio 2015 lalu telah mempelopori revitalisasi mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Ujungpangkah, tepatnya di muara Bengawan Solo.
Anggota pengurus Pokmas Pangkahkulon, Robach mengatakan, tak kurang dari lima hektare area perairan di kawasan tersebut ditanami mangrove oleh PT Smelting.
"Saat itu Smelting yang memulai menanam, kemudian diikuti perusahaan lain," papar Robach.
Nah, kini, gugusan mangrove yang ditanam PT Smelting sudah tumbuh besar dan terlihat subur.
Baca juga: Mangrove yang Ditanam PT Smelting di Ujungpangkah Gresik Mampu Serap Karbon Cukup Besar
"Sudah besar, efektif menahan abarasi," tutur Robach.
Selain itu, area mangrove yang masuk bagian kawasan ekosistem esensial (KEE) itu menjadi rumah singgah bagi burung migran dengan keanekaragaman hayati.
Seringkali juga, kawasan tersebut menjadi tempat riset beberapa peneliti dari perguruan tinggi ataupun dari lembaga konservasi global.
Baca juga: Konservasi Mangrove Binaan Smelting di Gresik Dapat Apresiasi TNI AD
Kepala Bidang BBKSDA Wilayah II Jawa Timur, Wiwied Widodo pada 2021 lalu mengatakan KEE merupakan instrumen pengelolaan yang dapat membuat sejajar dan seimbang antara perlindungan keanekaragaman hayati dengan peningkatan ekonomi masyarakat.
"Instrumen ini dapat diterima masing-masing pemerintah daerah. Tidak mungkin, hanya mengedepankan perlindungan keranekaragaman hayati bila perekonomian masyarakat tidak seimbang," kata Wiwied sebagaimana dilansir Mongbay.co.id. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar