KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah telah memastikan menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk semua tingkatan sekolah tahun ini. Untuk mengetahui apakah siswa lulus atau tidak, Dinas Pendidikan Jawa Timur menetapkan patokan pada nilai rapor dan Ujian Satuan Pendidikan.
[irp]
Baca juga: Kendalikan Inflasi Saat Iduladha, Gubernur Khofifah Gencarkan Pasar Murah di Bojonegoro
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi, mekanisme kelulusan siswa baik SMA/SMK di Jatim telah terpenuhi. Mekanisme kelulusan itu sendiri terdiri atas nilai rapor siswa selama 3 tahun alias 6 semester dengan porsi proporsional kelulusan sebesar 60 persen. Sementara 40 persen lainnya dari Ujian Satuan Pendidikan (USP) dan Ujian Praktek di masing-masing sekolah.
Menurutnya, wilayah Jatim, USP sudah dilakukan baik SMA dan SMK. Dan SMK juga sudah selesai ujian nasional. Sehingga untuk kelulusan sudah tidak ada masalah di Jatim. "Sebab, kelulusan ditentukan dari nilai rapor selama 3 tahun dan dirata-rata lalu dari USP dan ujian praktek," kata mantan Kadishub Jatim ini.
Baca juga: Gelar Salat Id Bersama Forkopimda, Bupati Sampang Ingatkan Kesetaraan Umat di Hadapan Allah SWT
[irp]
Dikatakan, untuk wilayah Jatim data-data kelulusan sudah lengkap. Meski ujian nasional dibatalkan, datanya sudah lengkap. Manfaat ujian nasional yakni untuk bisa melihat disparitas serta kualitas mutu dari pendidikan di masing-masing sekolah dan wilayah. Dikatakan Wahid, ada perguruan tinggi yang masih menerapkan jalur dari nilai ujian nasional.
Baca juga: Salat Id di Masjid Darussalam, Bupati Bojonegoro Titipkan Tiga Pesan Sakral Iduladha
Dijelaskan, untuk perguruan tinggi atau pendidikan kedinasan memang ada yang masih menggunakan patokan nilai UN. Meski UN ditiadakan, Wahid menilai penerimaan di perguruan tinggi dan pendidikan-pendidikan tertentu yang masih menerapkan nilai UN, akan segera menyesuaikan dengan peraturan kemendikbud. "Nanti tinggal dilakukan penyesuaian saja, sebab peniadaan UN merupakan keputusan pemerintah pusat," pungkas Wahid Wahyudi. (rtn/hen)
Editor : Wahyudi