KLIKJATIM.Com | Gresik — Banjir rob air laut kembali menerabas beberapa wilayah di empat kecamatan di Kabupaten Gresik. Hal ini menyebabkan pemukiman, tambak, sarana pendidikan, tempat ibadah terendam air laut, serta abrasi pantai.
Baca juga: SIG Salurkan 292 Hewan Kurban untuk Masyarakat di 19 Provinsi pada Iduladha 1447 H
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, banjir rob di Kecamatan Ujungpangkah terjadi sejak pukul 09.00 WIB, Kamis (16/06/2022) menggenangi lingkungan Desa Pangkah Wetan setinggi 10-20 cm, dan Desa Pangkah Kulon setinggi 15- 25 cm.
Kepala BPPBD Gresik Tarso Sagito menyampaikan, di Kecamatan Kebomas, 25 rumah warga dan 1 warung di Desa Sukorejo tergenang banjir setinggi 20-25 cm, serta jalan lingkungan setinggi 20-40 cm.
Di Kecamatan Manyar, 280 rumah warga, 2 mushola dan 2 sekolah di Desa Banyuwangi tergenang banjir setinggi 15-20 cm, serta jalan lingkungan setinggi 20-30 cm.
Sementara itu, banjir rob juga menerjang seluruh desa di wilayah Mengare Kecamatan Bungah yang terdiri dari Desa Tajung Widoro, Kramat, dan Watuagung.
Di Desa Tajung Widoro menggenangi 317 hektar tambak, 20 rumah warga setinggi 10-20 cm, Tempat Pemancingan Ikan (TPI) setinggi 20 cm, dan jalan lingkungan setinggi 20-30 cm. 267 hektar tambak di Desa Kramat juga tergenang, karena tanggul tambak yang berbatasan langsung dengan laut dalam kondisi kritis, dan sebagian sudah jebol terdampak pasang laut dan terkena ombak.
Begitupun 264 hektar tambak di Desa Watuagung juga tergenang, Tempat Pemancingan Ikan (TPI) setinggi 40 cm, dan JPD setinggi 10-15 cm.
Pegiat lingkungan Pulau Mengare, Gatot Winarto, mengatakan berdasarkan pengamatannya, setiap tahun tanah mengalami kemunduran sekitar 10 sampai 11 meter yang disebabkan oleh hantaman ombak bertemu dengan arus dari selat Madura."
"Puncak pasang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB," ungkap Kepala BPBD Gresik, Tarso Sugito.
Pihaknya sudah koordinasi dengan Pemerintah Desa yang terdampak. Selain itu, BPBD Gresik juga selalu melakukan monitoring dampak bencana dan pasang surut air laut.
Baca juga: Puluhan Hewan Kurban Dibagikan BKMS dan Tenant JIIPE untuk Masyarakat Gresik
Monitoring dilakukan di beberapa desa rawan bencana seperti Desa Pangkah Kulon dan Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah. Kemudian di wilayah Mengare Kecamatan Bungah yang terdiri dari Desa Tajung Widoro, Kramat, dan Watuagung. Untuk Kecamatan Manyar di Desa Banyuwangi. Dan Kecamatan Kebomas di Desa Sukorejo.
"Kemudian kita juga monitoring di wilayah Bawean yakni Desa Kepuh Teluk Kecamatan Tambak," ujar dia.
Berbagai cara dilakukan para petani tambak untuk menyelamatkan lahan maupun ikan mereka.
Misalnya dengan menaikan bendungan tambak dan memasang jaring pembatas. Namun, gagal karena pasang air laut sangat besar yang berdampak besar pada jebolnya ratusan hektar area tambak dan pemukiman. (yud)
Baca juga: Bupati Gresik Minta Penyedia Jasa Jaga Integritas, Pengadaan Barang dan Jasa Diawasi Ketat
Editor : Abdul Aziz Qomar