KLIKJATIM.Com | Gresik - Dewan Pengurus Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK Apindo) Gresik langsung bergerak cepat. Setidaknya terdapat tiga program kerja yang akan dilaksanakan hingga lima tahun ke depan.
Baca juga: Pemkab Gresik Dorong Generasi Muda Berkualitas Lewat Grand Final Duta Genre 2026
Ketua Umum DPK Apindo Gresik, Alfan Wahyuddin menyebutkan tiga program meliputi sertifikasi SDM, pendampingan hukum, dan penerapan teknologi digital dalam bentuk website, sebagai sarana komunikasi antar-anggota.
“Ketiganya menjadi prioritas. Utamanya adalah sertifikasi SDM bagi anggota Apindo Gresik,” kata Alfan Wahyuddin di sela rapat kerja anggota di Wisma Kebomas, kompleks Petrokimia, di Gresik, Selasa (14/6/2022).
Sertifikasi, lanjut Alfan, sebuah keharusan yang tidak bisa dihindari. Keberadaannya bisa menaikkan standar kerja maupun produktivitas industri. Bahkan perusahaan yang SDM sudah tertifikasi, mampu menaikkan nilai tawar yang lebih baik di mata perusahaan asing.
“Misalnya sertifikasi K3, welder, electrical instructor, operator alat berat atau keahlian khusus lainnya, harus memiliki sertifikasi. SDM yang memiliki sertifikasi, otomatis menaikkan brand awareness perusahaan,” Alfan menambahkan.
CEO Asuka Engineering ini menegaskan masih dijumpai SDM perusahaan belum memiliki sertifikasi. Tidak hanya di Gresik, tapi di beberapa kota lain di Jatim, utamanya kota berkembang, masih dijumpai SDM perusahaan belum bersertifikat.
Sejalan dengan itu, DPK Apindo Gresik telah melakukan penjajagan kerja sama dengan lembaga sertifikat profesi (LSP) yang berkompeten. Namun saat ini yang telah berjalan adalah menggandeng SMK vokasi di Gresik.
Apindo Gresik terus melakukan collect data beberapa perusahaan yang SDM-nya belum bersertifikat. Pengumpulan data ini juga diharapkan untuk meningkatkan jumlah anggota Apindo.
Baca juga: Perempuan Terlantar di Kedamean Dievakuasi Polisi, Diantar Hingga Naik Bus ke Tuban
“Ini (jumlah keanggotaan) PR saya ke depan. Tapi saya optimis, dalam lima tahun ke depan, jumlah anggota akan bertambah. Paling nggak 500 anggota,” tegas pria kelahiran Gresik 15 Juli 1975 itu.
Dijelaskan Alfan bahwa jumlah perusahaan yang terdaftar sebagai anggota Apindo di Gresik masih sedikit. Sementara jumlah perusahaan besar dan menengah di Gresik di kisaran 400-an. Namun bila dihitung secara umum, jumlah perusahaan yang terdata di Pemkab Gresik bisa mencapai ribuan.
Itu sebabnya Apindo Gresik bekerja sama dengan pemerintah setempat melakukan pencocokkan data. Apakah perusahaan yang tercatat di Pemkab Gresik telah terdaftar sebagai anggota atau belum. (arif)
Editor : Redaksi