Kata dia, keseimbangan baru dalam perekonomian telah mulai terbentuk. Produksi meningkat seiring adanya kenaikan permintaan.
"Kondisi ini harus kita syukuri. Kerja keras dan sinergi kita bersama dalam mengendalikan Covid-19 mulai menunjukkan hasil. Pertumbuhan ekonomi Jatim naik 5,20 pada triwulan I-2022 secara YoY. Pertumbuhan ini posisinya berada di atas pertumbuhan nasional yakni 5,01 persen," ujar Khofifah ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/5/2022).
Impresifnya pertumbuhan triwulan I-2022 meski dalam tekanan varian Omicron pada Februari lalu, jelas Khofifah, menunjukan progres arah pemulihan ekonomi yang nyata di hampir seluruh lapangan usaha di Jatim.
Jatim juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan nilai kontribusi sebesar 25,10 persen, di bawah DKI Jakarta 29,50 persen. Serta di atas Jabar sebesar 22,48 persen dan Jateng sebesar 14,53 persen.
"Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan provinsi-provinsi di Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi Jatim kuartal I-2022 berada di atas nasional, baik secara q-to-q dan YoY," bebernya.
Baca juga: Khofifah Pastikan Jatim Dukung Percepatan Giant Sea Wall, Pengawasan Risiko Pesisir Makin Ketat
Khofifah menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jatim ini didominasi lapangan usaha industri pengolahan sebesar 31,22 persen. Diikuti pedagangan besar eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,57 persen. Pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 10,99 persen, dan kontruksi sebesar 8,80 persen.
"Keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Jatim mencapai 69,58 persen. Jadi sangat mendominasi, tambahnya.(mkr)
Baca juga: Hari Otonomi Daerah 2026, Khofifah Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah Wujudkan Asta Cita
Editor : Redaksi