KLIKJATIM.Com | Gresik--Rumah Sakit Umar Masud, Bawean masih kekurangan tenaga medis dan beberapa perlengkapan medis. Hal itu terungkap saat rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Gresik saat kunjungan kerja (kunker) di Pulau Bawean, Selasa (17/3/2020).
dr. Muhammad Saiful Rizal, Sp. OG, salah satu dokter RS Umar Masud mengatakan, rumah sakit milik Pemkab Gresik di Pulau Bawean ini masih kekurangan tenaga medis. Akibatnya, pelayanan operasi kepada pasien hanya bisa dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
[irp]
"Karena tenaga kurang. Sehingga pelayanan operasi yang kami lakukan terbatas," katanya dihadapan anggota Komisi IV DPRD Gresik.
Perlengkapan medis untuk melayani pasien anak-anak juga masih ada masalah. Dari pemaparan dokter spesialis anak saat rapat dengar pendapat, diketahui mesin anestesi sudah lama tidak berfungsi. Selai itu, tim dokter juga membutuhkan pengadaan oksigen sentral untuk memaksimalkan pelayanan.
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
dr. Rahayu Ike Widuri, Sp. Pd menambahkan, RS Umar Masud juga sangat membutuhkan ruang ICU. Atau minimal HCU. Ruangan tersebut nantinya difungsikan untuk merawat pasiean yang dijadwalkan akan rujuk ke Gresik.
"Karena kalau rujuk harus menunggu jadwal kapal dulu. Jadi perlu perawatan di ruang ICU, atau minimal HCU," terang dokter spesialis penyakit dalam itu.
[irp]
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Bupati Bojonegoro Ajak Perempuan Tampil di Garda Depan Pembangunan
Mendengar pemaparan dari manajamen dan tim dokter dari RS Umar Masud, Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad meminta Direktur RSUD Umar Mas'ud, dr Toni Hartanto untuk menyusun rekapitulasi anggaran yang diperlukan untuk memenuhi segala kekurangan fasilitas kesehatan di RS Umar Masud untuk diajukan dalam Pembahasan APBD Perubahan.
"Kami menyesalkan kenyataan ini, Fasilitas kesehatan di Bawean harus setara dengan di Gresik, karena APBD kita 3,7 Triliun lebih, saya kira cukup untuk memenuhi fasilitas kesehatan di Bawean. Untuk itu Bapak Direktur, dan ibu dari puskesmas tolong segera disusun Rekapitulasi anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan di RS Umar Masud untuk Kami ajukan di APBD perubahan mendatang," pintanya. (iz/mkr)
Editor : Redaksi