KLIKJATIM.Com | Gresik - Kondisi layanan cetak administrasi kependudukan di kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik dikeluhkan warga. Pasalnya hampir setiap penerbitan seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan KTP-el membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.
Hal ini akhirnya diwadulkan warga kepada anggota DPRD Gresik, saat kunjungan kerja (kunker) ke pulau putri---sebutan lain untuk Pulau Bawean---Senin (16/3/2020). Perangkat desa hingga kepala desa se Kecamatan Sangkapura telah menyambut para wakil rakyat di Kantor Kecamatan setempat.
Baca juga: Tahun Baruan, 4 Warga Sidoarjo Tersesat di Hutan Bawean
Warga Desa Daun, Abdul Aziz mengatakan, proses cetak administrasi kependudukan di Bawean masih terbilang lambat. Rata-rata bisa satu bulan lebih.
[irp]
"Ini sangat disayangkan dan sangat meresahkan warga Bawean. Karena kalau harus ke Jawa (Kota) terkait biaya lain-lain seperti penginapan dan akomodasinya cukup besar. Tentunya ini sangat membebani masyarakat," kata Aziz.
Menanggapi keluhan warga, Wakil Ketua Komisi I Syaichu Busiri menjelaskan, sejatinya pihak kecamatan sudah didorong agar mampu mencetak administrasi kependudukan seperti KTP-el. Terutama di pulau terluar Kabupaten Gresik.
Baca juga: Kemeriahan Maulid Nabi Muhammad Warga Bawean Se-Jabodetabek di Masjid Istiqlal Jakarta
Namun, harapan itu belum dapat terealisasi maksimal karena minimnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Saat ini hanya tiga kecamatan di Gresik yang sudah bisa cetak KTP, KK dan Akta," katanya.
[irp]
Berbeda dengan daerah lain. Menurutnya, warga setelah melahirkan bisa langsung muncul akta dengan adanya koordinasi melalui pihak Rumah Sakit. Dan, bagi orang meninggal juga langsung dicoret.
Baca juga: Stok Pangan Terganggu, Pemkab Gresik Ambil Langkah Stabilisasi di Bawean
"Gresik belum bisa seperti itu," sambungnya.
Syaichu menambahkan, untuk kesulitan di Bawean saat ini adalah data base. Terkadang tidak sesuai kenyataan.
"Sehingga OPD yang menjalankan akan kesulitan," pungkasnya. (iz/nul)
Editor : Redaksi