Sambatan Warga Ponorogo, Paling Banyak Soal Infrakstruktur Rusak

klikjatim.com
Aplikasi aduan masyarakat Ponorogo berbasis WhatsApp bernama Suara Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Sedikitnya 65 laporan masuk ke aplikasi aduan masyarakat Ponorogo berbasis WhatsApp bernama Suara Ponorogo. Terbanyak adalah aduan tentang infrakstruktur. 

"Paling banyak memang infrakstruktur. Tetapi jalan desa, jadi masuknya ke dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa," ujar Kepala Dinas Informasi, Komunikasi dan Statistik, Bambang Suhendro, Rabu (23/3/2022). 

Baca juga: Kado HUT RI, 115 Warga Binaan Lapas Ponorogo Dapat Remisi

Dia menerangkan, yang masuk ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ada 11 laporan. Bambang pun mengaku aduan paling banyak sorotan tentang infrakstruktur. 

"Kerusakan jalan desa. Secara lembaga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa," kata Bambang. 

Terbanyak kedua, ada Dinas Perhubungan (Dishub) 8 laporan. Untuk Dishub tentang parkir. Termasuk mobil yang diparkir di bundaran. 

"Bundaran Sultan Agung dirasa menganggu. Tapi sudah bisa teratasi," beber Bambang. 

Baca juga: PN Tipikor Surabaya Vonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko

Selanjutnya, ada Dinas sosial (Dinsos) ada 7 laporan. Dinas Perdagangan, Koperasi Dan UMKM (Perdakum) ada 6 laporan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) 4 laporan, Dinas Kesehatan (Dinkes) 2 laporan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) 1 laporan, Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan ada 1 laporan. 

Dinas Pekerjaan Umum Kawasan Pemukiman (DPUPK) 5 laporan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 3 laporan dan Kecamatan Kota 1 laporan. 

"Sisanya ada 16 laporan yang hanya say halo saja. Sehingga tidak ditanggapi," terang Bambang. 

Baca juga: PT SMI Alokasikan Kredit Senilai Rp 1,16 Triliun Untuk Infrastruktur Surabaya

Dia berharap setelah sebulan dilauching, warga tahu. Sehingga bisa melaporkan bagaimana kondisi Kabupaten Ponorogo. 

"Dengan begitu bisa diurai. Laporan itu bisa ke skpd terkait," pungkasnya. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru