KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kelangkaan minyak goreng di berbagai daerah di Jatim membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa geram dan terheran-heran. Pasalnya, pada dasarnya stok minyak goreng di Jatim cukup.
Khofifah pun menyentil para produsen dan distributor minyak goreng agar tak menimbun minyak goreng. Ia meminta agar minyak goreng tersebut segera didistribusikan.
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
Ia membeberkan, kebutuhan minyak goreng di Jatim per bulannya sebesar 59 ribu ton. Sementara angka produksi khusus untuk pasar Jatim mencapai angka 63 ribu ton. Dengan begitu, harusnya masih ada surplus 4 ribu ton.
"Saya sudah kordinasi dengan Menteri Perdagangan, Dirjen perdagangan dalam negeri juga hampir seminggu di Jawa Timur untuk mencari solusi efektif atas kelangkaan migor yang sudah melampaui satu bulan," ujar Khofifah, Rabu (2/3/2022).
Orang nomor satu di Jatim itu pun tampak cukup geram dan meminta para pelaku industri minyak goreng segera mendistribusikan minyak goreng tersebut.
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
"Kalau kita cinta Merah Putih, cinta NKRI, tolong segera distribusikan stock minyak goreng ke masyarakat. Jangan ada yang ditahan pasokannya," tegasnya.
Pemprov Jatim sendiri, hingga saat ini terus menggencarkan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di seluruh Jatim.
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
"Kami harap dengan adanya operasi pasar ini bisa membantu dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng meski berjangka pendek. Kita perlu melakukan lebih sistemik berjangka panjang," tandasnya. (bro)
Editor : Redaksi