110 Desa di Gresik Dirikan Perpustakaan, Sisanya Belum

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Gresik--Jumlah perpustakaan desa di Kabupaten Gresik saat ini sebanyak 110. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding jumlah desa yang jumlahnya 330 dan 26 kelurahan.

Kepala Dinas Perpustakaan Ninik Asrukin mengakui jumlah tersebut masih sedikit untuk mendukung program melek literasi berbasis inklusi sosial. Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini sedang menggalakkan program itu melalui dinas Perpustakaan.

Baca juga: Peringati Hardiknas, SMK Sunanul Muhtadin Gresik Luncurkan Pojok Baca di Setiap Kelas

"Melek literasi berbasis inklusi sosial itu menyediakan akses literatur yang mendorong masyarakat untuk bisa berdaya secara ekonomi dan sosial," tutur Ninik.

Dengan begitu, Dinas Perpustakaan akan memperbanyak buku tentang cara mengurus izin produksi makanan dan minuman rumah tangga, atau buku tentang cara membuat kue.

"Jadi buku-buku yang sifatnya tips dan panduan praktis, sehingga bisa dipraktikkan masyarakat dan mendorong kewirausahaan," tutur Ninik.

Baca juga: Ribuan Buku Perpusda Sumenep Raib Sejak 2017, Mayoritas Dipinjam Mahasiswa

Untuk memenuhi hal itu, Dinas perpustakaan akan menggandeng swasta dalam pemenuhan bahan-bahan literasi.

"Sehingga akses literasi semakin terbuka lebar bagi masyarakat, itu coba kita wujudkan," kata Ninik.

Sampai saat ini, kata Ninik, sudah ada beberapa industri yang mendukung upaya melek literasi di Kabupaten Gresik, namun jumlahnya belum banyak.

Baca juga: Perkuat Literasi Umat, Perpustakaan Masjid NU Sunan Giri Lamongan Diresmikan

"Kalau APBD kan terbatas, nah kita coba komunikasi dengan beberapa perusahaan swasta yang bersedia," katanya.

Tingkat literasi Indonesia tergolong rendah, hal ini terlihat dari survei Program for International Student Assessment (PISA) yang terpampang di website Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Indonesia menempati posisi 62 dari 70 negara yang disurvei.(mkr)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru