Di Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo Kini Tersedia Perpustakaan Digital

klikjatim.com
Anak-anak saat membaca buku digital. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Perkembangan teknologi informasi terus melaju dan mengubah banyak hal. Termasuk dunia perpustakaan yang kini beralih dari perpustakaan konvensional dengan bentuk buku nyata menjadi perpustakaan digital.

Hal ini salah satunya terlihat di perpustakaan digital yang beralamat di RT 23 RW VII, Kelurahan Sekardangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo atau dikenal dengan Kampung Edukasi Sampah.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, MPM Honda Jatim Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Nyata dan Edukasi Lingkungan

Seksi Pendidikan dan Keterampilan Kampung Edukasi Sampah, Esther Ernawati mengatakan, perpustakaan digital dimulai saat pandemi Covid-19 merebak sekitar dua tahun lalu. “Awalnya kami telah punya perpustakaan konvensional. Nah, agar anak-anak tidak datang dan saling bersentuhan, kami mengajukan bantuan ke Pelindo III untuk mengubah perpustakaan konvensional menjadi digital,” tuturnya, Sabtu (26/2/2022) sore.

Dengan perpustakaan digital, menurut Esther, anak-anak tidak lagi berkerumun di dalam ruangan. “Mereka bisa membaca buku digital di taman sekitar gedung perpustakaan. Bisa klesetan santai atau duduk di gazebo,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk buku-buku digital di perpustakaan ini masih terbatas buku kurikulum anak-anak SD sampai SMA. Namun bertahap akan ditambah jumlah maupun ragamnya.

Esther pun menceritakan cara kerja perpustakaan digital ini. Awalnya pengguna harus membuka aplikasi Perpustakaandigital.id.

Baca juga: Gen Z Bijak Bermedia dan Berkendara, MPM Honda Jatim Gelar Workshop Jurnalistik dan Sosial Media

“Setelah itu anak-anak bisa mengakses secara offline lewat server lokal kami dengan maksimal radius sekitar 75 meter,” urainya.

Selain buku cerita, perpustakaan digital di Kampung Edukasi Sampah ini menyediakan buku digital Kurikulum 2013 (K 13), buku audio serta film. “Karena masih pandemi, pengguna perpustakaan kami masih terbatas di satu RT 23 saja. Tapi semoga saja pandemi segera berakhir dan penikmat buku digital kami bisa lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Keberadaan perpustakaan digital ini disambut riang oleh Sekar Mayang Kinasih. Siswi kelas VIII SMP Insan Kamil ini terlihat asyik membaca hikayat Kalilah dan Dimnah.

Baca juga: BHS Anggota Komisi VII DPR Minta Harga MinyaKita Diturunkan

“Perpustakaan menjadikan saya lebih mudah membaca karena tidak harus kemana-mana menenteng buku. Kini lewat ponsel sudah bisa,” ucapnya.

Begitu juga dengan Rayhan Teddy Artanto, siswa kelas VI SD Insan Kamil. Dia merasa nyaman dengan keberadaan perpustakaan digital.

“Senang karena bisa memperluas pengetahuan. Saya paling suka membaca peristiwa alam,” ucap bocah yang bercita-cita menjadi pengusaha ini. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru