Hari Ini Civitas Akademik ITN Malang Disuntik Vaksin Booster

klikjatim.com
Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE saat meninjau dan konfirmasi giat vaksin booster ke tenaga kesehatan dari RSIA Marsudi Waloeja. (Iwan/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Malang – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melaksanakan vaksinasi tahap 3 atau booster bagi jajaran civitas akademik mulai dosen, karyawan hingga keluarganya. Total peserta yang dijadwalkan ikut vaksinasi sekitar 500 orang bertempat di Auditorium Kampus 1 ITN, Jumat (25/2/2022).

Dalam vaksinasi booster yang diberikan kali ini jenis Astrazeneca dan Moderna. Proses penyuntikan vaksin dilakukan bertahap atau secara bergiliran yang dimulai dari karyawan, para dosen serta keluarganya.

Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta

"Siang jam 1 giliran para mahasiswa. Sumlah secara keseluruhan pastinya lebih dari 500 peserta vaksin. Giat ini bagian dari kepedulian kampus terhadap kesehatan keluarga besar ITN Malang, dimana pandemi terus mengkhawatirkannya," jelas Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE saat meninjau vaksin booster tersebut.

Menurut Prof. Lomi, sebenarnya di semester genap mulai berlangsung kuliah tatap muka. Tapi melihat kondisinya seperti saat ini yaitu Kota Malang statusnya masuk level 3 atau 4 PPKM.

"Di setengah semester perkuliahan semester genap memberlakukan sistem daring (online), sambil menunggu perkembangan informasi lebih lanjut dari pemerintah," tambahnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang

Nantinya ketika perkuliahan sudah berlangsung tatap muka, pihak ITN Malang berjanji akan melengkapi sarana protokol kesehatan (prokes). Antara lain thermo gun, handsanitizer, tempat cuci tangan dan oximeter serta alat lainnya.

"Dan kegiatan kampus untuk sementara waktu kita terapkan sistem Work From Home (WFH) 50 persen dan 50 persennya ngantor. Ruangan yang awalnya ada 6 atau lebih, maka sementara waktu dibagi dua shift," tandasnya.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Khofifah Tancap Gas Resmikan Revitalisasi 38 Sekolah di Malang Raya

Selanjutnya, orang nomor satu di ITN Malang ini juga menyebutkan bahwa dirinya usia menjalani isolasi mandiri (isoman) selama 10 hari. Termasuk beberapa dosen dan karyawan juga merasa kondisi kesehatannya terasa kurang baik.

"Kami sarankan untuk segera periksa kesehatannya sekaligus istirahat total di rumah. Mengingat orang tanpa gejala pun tidak menutup kemungkinan juga bisa positif. Masyarakat tetap mesti mewaspadai sebaran covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan teritb dan ketat," pungkasnya. (nul)

Editor : iwan Irawan

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru