KLIKJATIM.Com | Gresik - Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan Kabupaten Gresik bisa menjadi sentra hilirisasi tembaga sejak dipelopori Smelting pada 1996 lalu, ditambah dimulainya pembangunan smelter Freeport Indonesia berkapasitas dua juta ton.
"Ditambah dengan penambahan kapasitas Smelting sampai 1,3 juta ton, jadi nanti akan ada 3,3 juta ton konsentrat tambang diolah di Gresik," tutur Airlangga Hartarto saat melakukan Groundbreaking Perluasan Pabrik PT Smelting di Gresik, Sabtu (19/2/2022).
Airlangga menyebut, masa depan produk-produk yang dihasilkan dari proses pemurnian hasil tambang cukup menjanjikan, karena teknologi energi baru terbarukan (renewable energy) seperti solar panel dan lainnya seluruhnya membutuhkan tembaga.
Baca juga: PT Smelting Tebar Kasih Natal 2025, Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan
"Oleh karena itu kita perlu terus melakukan hilirisasi, tentu turunannya perlu kita dorong lagi untuk memproduksi produk-produk elektronik," jelas Airlangga.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Komersial PT Smelting Irjuniawan P Radjamin memaparkan, peningkatan kapasitas produksi kali ini mencapai 30 persen dan diperkirakan rampung sebelum Desember 2023.
"Dengan demikian, kapasitas produksi kami akan meningkat dari 300.000 ton menjadi 342.000 ton katoda tembaga per tahun," kata pria yang akrab disapa Wawan ini.
Dengan pembangunan ekspansi pabrik kali ini, berarti PT Smelting telah empat kali melakukan peningkatan kapasitas produksi.
"Dengan pembangunan pabrik baru ini, PT Smelting yang semula hanya mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun, akan meningkat menjadi 1,3 juta ton konsentrat per tahun," lanjut Wawan. (ris)
Baca juga: Belajar dari Profesional: PT Smelting Ajak Siswa SMK Yasmi Gresik Kenali Dunia Industri
Baca juga: PT Smelting Raih Penghargaan dari Adinkes atas Inovasi Cegah AIDS, TBC, dan Malaria
Editor : Abdul Aziz Qomar