KLIKJATIM.Com | Lamongan—Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar meresmikan Rumah Susun (Rusun) YLP (Yayasan Lingkar Perdamaian) di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Senin (14/2/2022).
Pembangunan Rusun YLP merupakan program kerja antara BNPT dengan tim sinergitas bersama Kemeterian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Rusun ini memiliki luas kurang lebih 527 m2, dan memiliki dua lantai yang siap dihuni oleh para santri dan peserta didik.
Baca juga: Dorong Produk Perikanan Berkelanjutan, Bupati Lamongan Raih East Java Maritime Awards 2026
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar berharap, sarana tersebut dapat dikembangkan sebagai sarana pendidikan yang dikelola oleh YLP dan merupakan mitra BNPT dalam berbagai program, seperti moderasi beragama, deradikalisasi, tempat mondok untuk para santri keluarga eks narapidana terorisme, maupun masyarakat umum.
“Mudah-mudahan ini akan menjadi lembaga pendidikan yang mengembangkan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin. Kedepannya juga mendukung program moderasi beragama yang tentunya sangat kita perlukan hari ini ditengah keberagaman bangsa Indonesia,” terangnya.
Menurut Boy Rafli Amar radikal terorisme sama seperti virus corona, tanpa terasa dapat menular dan dapat merubah perilaku seseorang menjadi destruktif.
“Virus radikal terorisme ini menular seperti corona. Bisa mencuci otak korban, penyebarannya tak nampak terasa bisa OTG (tanpa gejala) lalu kemudian merubah perilaku menjadi destruktif dan bahkan bertindak membahayakan nyawa orang. Dan upaya hari ini adalah bagian dari program pencegahan, deradikalisasi, dengan memberikan dukungan pada masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Momentum HJL ke-457, Bupati Lamongan Resmikan Tiga Layanan Baru di RSUD Ngimbang
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang turut hadir dalam peresmian tersebut mengucapkan terima kasih atas fasilitasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR bersama BNPT, dalam rangka mewujudkan ketentraman, ketertiban, dan harmoni di Kabupaten lamongan.
“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus bersinergi dalam rangka menanggulangi terorisme, radikalisasi, maupun paham-paham yang bertentangan dengan ajaran agama, pancasila, dan budaya di negeri kita. Kami akan terus bersinergi, terus bersama-sama, sehingga capaian yang kita inginkan bersama dapat terwujud,” ucap Pak Yes.
Menteri PUPR melalui Dirjen PUPR Iwan Suprijanto mengungkapkan bahwa pembangunan rusun tersebut merupakan salah satu wujud dukungan Menteri PUPR dalam mencetak anak-anak bangsa, sekaligus membentuk pusat pendidikan karakter bagi mantan eks napiter dan kombantan, sehingga tidak kembali ke komunitas lama.
Baca juga: Polres Lamongan Ungkap 29 Kasus Narkoba, Amankan 40 Tersangka
Dijelaskan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV Sultan Sidik Nasution mengungkapkan bahwa rusun tersebut diperuntukkan untuk YLP sendiri, untuk napiter dan anak-anaknya, serta masyarakat umum. Rusun tersebut didukung dengan fasilitas tempat tidur, lemari pakaian, kasur, tempat wudhu, kamar mandi dan toilet, dengan jumlah hunian 84 orang.
Selain itu, diungkapkan Ketua YLP Ali Fauzi, bahwa pihaknya berkomitmen membebaskan seluruh biaya.
“Anak-anak eks napiter dan kombantan kita didik di sini tanpa memungut biaya. Karena ini bagian daripada upaya membendung akar terorisme,” ungkapnya.(mkr)
Editor : Rozy