KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim bersama Pemprov Lampung menjalin kerja sama pengembangan sektor peternakan. Harapannya, kerja sama itu bisa mendorong terwujudnya swasembada daging.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dalam pengembangannya, Pemprov Jatim ditunjang dengan keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Malang milik Kementan.
Baca juga: Dendam Lama Berujung Tragedi Berdarah, Pria di Sampang Tega Sabet Paman dan Adik Kandung
Terlebih, lanjut dia, kebutuhan daging di pasar luar cukup besar. Di antaranya, Brunei Darussalam, Dubai, Qatar dan beberapa negara di Timur Tengah lainnya.
"Dalam 3 hingga 4 tahun ke depan, jika diseriusi oleh beberapa provinsi tentu dalam komando Kementan dalam hitungan saya ke depan kita tidak hanya swasembada, tapi menjadi pengekspor daging," ujar Khofifah, Sabtu (29/1/2022).
Baca juga: Kecamatan Kota Belum Terkejar, Perebutan Juara Umum Porkab Bojonegoro Masih Panas
Berdasarkan data BPS, angka populasi sapi di Jatim per tahun 2021 mencapai 4,93 juta ekor, semantara pada tahun 2020 berjumlah 4,8 juta ekor. Sedangkan untuk provinsi lain di posisi kedua berjumlah 1,8 juta ekor.
Khofifah juga menyatakan, meski Jatim tercatat sebagai produsen sapi perah terbesar, namun ternyata masih belum bisa mencukupi secara keseluruhan. Masih ada bahan baku susu yang masih mengimpor.
Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026
"Ini marketnya luar biasa. Khusus ternak sapi baik potong maupun perah, Provinsi Lampung memiliki potensi yang sangat besar. Baik ketersediaan bahan pakan ternak, kultur beternak serta kedekatan geografis dengan Banten dan Jakarta. Kita bersama-sama bisa memberikan dedikasi terbaik bagi negeri melalui sektor peternakan sapi ini. Tidak hanya bisa mewujudkan swasembada daging, sekaligus kita bisa mengekspor," jelasnya. (bro)
Editor : Redaksi