Ini Penyebab Jebolnya Tanggul di Kanor Bojonegoro

klikjatim.com
Kepala DPU SDA Bojonegoro saat mebeberkan penyebab jebolnya tanggul di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) membeberkan penyebab jebolnya tanggung di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor. Faktor utamanya, lebar tanggu hanya tinggal 1 meter.

Kepala DPU SDA Erik Firdaus mengatakan, tanggul di Desa Kedungprimpen menyempit. Mestinya, tanggul tersebut memiliki lebar 3 hingga 4 meter. Namun, kondisi sekarang lebar tanggul hanya 1 meter hingga 1,5 meter.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Imbau ASN Konsumsi Produk Lokal Melalui GASPOL

“Tanggul segitu untuk menahan air sudah tidak mampu,” ujarnya, Senin (24/1/2022).

Erik menyatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan pengukuran lebar tanggul dan diteruskan dengan pembangunan. Pihaknya akan mengajak pemerintah desa setempat untuk melakukan pengukuran dan sosialisasi kepada warga.

Baca juga: Polres Bojonegoro Beri Pemahaman Pelajar Melek Teknologi Digital

"Masyarakat harus memahami kalau memang lebar tanggul 3 samapi 4 meter, jadi nanti kalau ada pengukuran dan mengambil lahan tanggul yang sekarang di ambil warga menjadi persawahan, ya, harus dikembalikan untuk tanggul," kata Erik Firdaus kepada klikjatim.com.

Terkait konsep pembangunan, menurut Erik, saat ini lebih difokuskan pada normalisasi tanggul lebih dulu. Jika normalisasi selesai dilakukan, lanjut dia, baru ditentukan bagaimana konsep pembangunan tanggul untuk jangka panjang.

Baca juga: Sambut Kajari Baru, Bupati Bojonegoro Dorong Pendampingan Hukum Preventif untuk Kawal Pembangunan Daerah

“Setelah itu baru konsep yang permanen seperti apa, apa dari tembok, tanah dan lainnya,” pungkas dia.(mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru