Pekerjaan Belum Selesai, Kontraktor Pembangunan Islamic Center Gresik Diblacklist

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik—Progres pembangunan Gedung Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik diatas lahan seluas 1,2 hektare tidak selesai sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan. Akibatnya, kontraktor pelaksana dijatuhi sanksi blacklist atau daftar hitam. 

Proyek Multiyears dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10.9 miliar (HPS) dan nilai kontrak Rp 8,4 miliar yang digarap PT. Batara Guru dengan nomor 764/415/CK/437.51/2021 itu seharusnya rampung pada 26 Desember 2021 kemarin. Namun faktanya, progres pembangunan hingga kini hanya sekitar 50 persen..

Baca juga: Demo Ricuh di Dinas Pertanian Sampang, Mahasiswa Tuntut Mafia Pupuk Ditindak dan Usut Hilangnya Hand Traktor

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengatakan, kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Sehingga dikenakan sanksi blacklist yang berujung pada pemutusan kontrak kerja.

“Kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan diusulkan masuk daftar hitam, sanksinya diputus kontrak kerja dan  dibayar sesuai progres saat ini,” ucap Hamdi, Rabu (5/1/2022). 

Politisi PKB itu menjelaskan, pemberian sanksi blacklist selama jangka dua tahun tender atau pemanang lelang ini tidak akan diikutsertakan lelang di Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (SPSE), maupun proyek penunjukan langsung (PL). 

Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025

Meski begitu, Hamdi memastikan bahwa progres pembangunan Islamic Center yang diproyeksikan sebagai spot wisata religi di Gresik selatan akan terus dilanjutkan. Hanya saja, pihaknya menunggu proses pemutusan kontrak kerja kontraktor saat ini, kemudian dilanjutkan lelang kembali dengan sisa anggaran yang ada, yaitu senilai 4,2 Miliar.

“Pembangunan tetap berjalan, nanti setelah putus kontrak baru dilelang lagi dengan sisa anggaran yang ada,” jelasnya.

Sekedar diketahui, pembangunan Islamic Center itu telah dimulai sejak 2019 lalu. Selama tiga tahun belakangan ini, APBD sudah mengucurkan sebesar Rp 40 miliar termasuk anggaran 2021 sebesar Rp 10 miliar.

Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai

Islamic center itu sesuai rencana bakal memiliki tiga tower. Namun hingga saat ini belum ada satu pun tower yang selesai 100 persen. Rencananya, anggaran di 2021 ini untuk menyelesaikan itu, namun tidak sesuai harapan. Hanya satu tower yang dikebut agar selesai lebih dulu. Sementara dua tower lainnya, saat ini memang sudah berdiri namun hanya sebatas rangka dindingnya saja.

Rencananya, pembangunan gedung Islamic Center yang terdiri atas tiga tower itu juga akan berdiri Masjid Akbar dan tempat untuk manasik haji. Selain itu, terdapat sentra kuliner untuk mewadahi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).(mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru