Harga Gas PGN Naik, Komisi B Minta PGN Sosialisasikan Kenaikan Harga

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (Hearing) menindaklanjuti pengaduan warga terkait soal kenaikan tarif gas di Surabaya, dengan mengundang PT Perusahaan Gas Negara (Persero).

[irp]

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

Wakil Ketua Komisi B Anas Karno mengatakan, keluhan warga terkait naiknya tarif gas ini sudah hampir dua bulan lalu baik disampaikan ke beberapa anggota komisi B.

“Permasalahan yang diadukan warga surabaya, pertama soal tarif gas (PGN) naik 300 sampai 500 persen. Kedua soal keluhan yang dilaporkan oleh pelanggan ke Kantor PGN belum bisa diselesaikan,” kata Anas.

Ia juga mengatakan, para pelanggan banyak yang mengundurkan diri atau memutus sendiri jaringan gas karena kenaikan tarif gas dirasa sangat memberatkan.

“Ada pelanggan yang membayar sekitar 200 ribu 300 ribu, 600 ribu, bahkan tadi ada yang membayar sampai 2 juta, inikan kasihan kalau warga MBR bayar sebesar ini,” terangnya.

Karena itu, Komisi B meminta kepada pihak PGN untuk melakukan sosialisasi tentang kenaikan tarif gas dan merespon cepat ketika ada permasalahan.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

“ini dari PGN kurang sosialisasi tentang kenaikan tarif gas dan kurang merespon cepat keluhan pelanggan,’' tegasnya.

Sementara itu, Area Head PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Arief Nur Rahman mengatakan, terkait rasionalasasi ataupun peningkatan harga Gas yang ada di kota surabaya khususnya PGN adalah peraturan pusat

“Itu merupakan salah satu tindaklanjut dari peraturan BPH Migas yang telah ditetapkan yang kami berlakukan pada 1 agustus 2021,” ujar Arief.

Menanggapi keluhan pelanggan terkait kenaikan tarif harga Gas, ia menjelaskan, secara prinsip di surabaya sudah mencapai 45 ribu pelanggan rumah tangga, dan PGN sudah melakukan sosialisasi sosialisasi kepada masyarakat

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

“Ya mungkin ada beberapa warga yang belum tersampaikan informasi itu dan kami paham dan maklumi itu,” ungkap Arief.

Tetapi, menurut ia, hal itu tidak menjadikan alasan dan secara masif masih terus melakukan sosialisasi sosialisasi kepada masyarakat pengguna gas baik melalui media sosial maupun tatap muka langsung kepada RT, RW, LPMK, Lurah maupun Camat dan lain sebagainya.

“Itu kita sampaikan secara masif kepada masyarakat pengguna gas bumi,” pungkasnya. (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru