KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) telah melaunching aplikasi E-Katalog Seniman di Hotel Kampi, Surabaya, Selasa (14/12/2021) kemarin. Aplikasi ini, berisi database seniman dan pelaku seni yang ada di Jatim.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jatim, Sinarto, dalam sambutannya memberikan apresiasinya atas pembuatan Aplikasi E-Katalog Seniman yang digagas oleh DKJT ini.
"Sebagaimana amanat Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, maka aplikasi ini merupakan sarana untuk memperkuat nilai-nilai kesenian yang ada di Jawa Timur," ujar Sinarto.
Pemprov Jatim sendiri, kata dia, sudah menggelar berbagai agenda kebudayaan. Hanya saja terdapat sejumlah kendala. Oleh karena itu, adanya aplikasi ini diharapkan mampu menjembatani para seniman Jatim masuk secara teknis dan intens dalam era globalisasi yang sudah sangat terbuka.
"Di Taman Budaya atau Cak Durasim sudah ada galeri virtual. Pagelaran, festival (kebudayaan) juga sudah kita lakukan. Hanya saja, kemampuan pemerintah memang tidak sangat banyak, sehingga ada keterbatasan. Melalui DKJT yang bekerja sama dengan Dewan Kesenian di daerah diharapkan mampu menjadi pendorong tumbuhnya seniman di Jawa Timur," ujarnya.
Sinarto berharap, DKJT bisa menjadi inisiator pembangunan dan akses pemajuan kebudayaan di Jatim. "Inilah saya pikir, dewan kesenian sebagai motor bagian dari provinsi untuk bisa membangun suatu akses kemajuan kebudayaan, tentunya e-Katalog menjadi sangat penting," tandasnya.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
Sementara itu Presidium DKJT Luhur Kayungga berharap, seluruh stakeholder bisa bersinergi dalam kemajuan kesenian dan kebudayaan Jatim. Selain Disbudpar dan Biro Kesos, ia berharap dinas lain seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan serta Kominfo Jatim juga bisa bersinergi.
"Kami berharap akan bisa bersinergi kami, sehingga harapan untuk menunjang kemajuan kesenian dan kebudayaan di Jawa Timur bisa terwujud. Kita semua harus melakukan dengan suatu kebersamaan dan untuk satu perhelatan dan kemajuan kesenian dan kebudayaan Jawa Timur," katanya.
Sedangkan Koordinator Departemen Kerjasama dan Pemasaran DKJT Doddy Irawan mengajak kepada seluruh pihak untuk ikut berkontribusi agar kesenian dan kebudayaan di Jatim tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.
"Departemen Kerjasama dan Pemasaran ingin mengajak seluruh seniman bersama Dewan Kesenian Jawa Timur untuk bersama-sama memberikan kontribusi, konsep-konsep cerdas dan kreatif, sebagai usulan kepada Provinsi Jawa Timur agar mampu tetap eksis di tengah pandemi," katanya.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Di era digital yang semakin komplek dan kompetitif ini, kata dia, dibutuhkan sosok pemikir seni yang tangguh dan cerdas, mampu menumbuhkan semangat dan pola pikir enterpreneur serta penguasaan teknologi terkini. "Seniman tidak cukup hanya dengan kreatifitas dan skill saja, tapi komunikasi dan jaringan antar seniman harus terbangun dengan baik," lanjutnya.
Ia pun berharap besar aplikasi ini bisa menginisiasi seniman dari daerah hingga provinsi lain untuk lebih memajukan kesenian dan kebudayaan. "Kami berharap launching E-katalog Seniman ini nantinya bisa menginisiasi kepada masyarakat, seniman, lembaga kesenian, pemerintah kota/kabupaten, sampai 34 provinsi di Indonesia, agar tetap mampu membawa seniman kepada arah kemajuan,” ungkapnya.
Pada kesempatan sama, Hengky Kusuma, salah seorang Seniman Ludruk mengaku bangga dengan adanya aplikasi digital ini yang nantinya akan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia. "Saya akan mengajak komunitas dan rekan-rekan saya para seniman ludruk untuk berkontribusi melakukan entry data mereka pada aplikasi ini, sehingga makin lengkap nantinya," ungkapnya.(mkr)
Editor : Redaksi