Banjir Rob di Pulau Bawean Sempat Tutup Akses Jalan Lingkar Bawean Selama 2 Jam

klikjatim.com
Sampah yang dibawa banjir rob

KIKJATIM.Com | Gresik — Banjir rob di Pulau Bawean membawa dampak tumpukan sampah di Pantai Labuhan Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak. Bahkan, tumpukan sampah dari laut tersebut menutup akses Jalan Lingkar Bawean (JLB) selama dua jam.

[irp]

Baca juga: Gelar Salat Id Bersama Forkopimda, Bupati Sampang Ingatkan Kesetaraan Umat di Hadapan Allah SWT

Kepala Desa (Kades) Tanjung Ori Nur Ahli  mengatakan, sampah kiriman dampak banjir rob itu sejak Senin (06/12/2021) kemarin. Bahkan, sampah  meluber dari Pantai Labuhan hingga ke jalan utama yakni JLB. Alhasil, akses JLB sempat terputus alkibat timbunan sampah di jalanan.

“Kami bergotong royong melakukan pembersihan sampah. Seluruh unusr di Pemdes Tanjung Ori maupun  Forkopimcam Tambak bersama-sama membersihkan sampah di jalan itu,”ucap Nur Ahli kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).

Nah, saat bersamaan air laut pasang dan gelombang besar, kemudian menerjang hingga meluber ke jalan dengan membawa sampah maupun bebatuan. Setelah, air laut surut, tersisa tumpukan sampah yang berserakan di jalanan.

“Sampah plastik akan dipungut dan diolah di Desa Tanjung Ori. Kebetulan ada mesin pengelolaan sampah plastik disini ,”imbuhnya.

Terpisah, Anggota DPRD Gresik asal Pulau  Bawean  Bustami Hazim membenarkan mendapatkan laporan tumpukan sampah berbarengan dengan banjir rob di daerah pemilihannya (Dapil).

Politisi PKB tersebut sangat prihatin dengan volume sampah tersisa yang sangat besar ini.“Saya dikirimi foto-foto sampah yang tertinggal akibat banjir rob di Pulau Bawean. Luar biasa, sangat banyak sampah kiriman ini.Makanya, saya selama ini ngotot agar segera ada tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Pulau Bawean.

Baca juga: Salat Id di Masjid Darussalam, Bupati Bojonegoro Titipkan Tiga Pesan Sakral Iduladha

“Alhamdulillah, pembebesan lahan untuk TPST sudah beres,”ujar dia.Pembebasan lahan untuk TPST di Pulau Bawean yakni seluas 1 hektar di Desa Daun Kecamatan Sangkapura, dan 6 bidang lebih dari 2 hektar di Desa Diponggo Kecamatan Tambak.

Bustami juga berharap TPST tersebut bisa segera direalisasikan. Sebab, dia mendengar ada insentif dari pemerintah pusat untuk daerah yang mampu mengurangi sampah.

Sebelumnya, tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) sudah dilakukan pembebasan lahan di Pulau Bawean.

Kabid Pengadaan Lahan Dinas Pertanahan Pemkab Gresik Budi Raharjo menyampaikan apabila di akhir tahun 2021 ini TPTS yang ditunggu warga Bawean sejak 2017 telah selesai dibebaskan. Pada 26 November kemarin, Dinas Pertanahan telah membebaskan lahan total seluas 3 hektar di dua titik.

Baca juga: Bikin Resah Warga, Pemuda di Jember Rekayasa Aksi Begal Demi Dapat Uang Orang Tua

Memang, di Bawean selama ini tidak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA). Karenanya kerap dijumpai di sisi pantai dicemari oleh tumpukan sampah.

Budi menyebut, lahan TPST itu mencakup dua bidanglahan seluas 1 hektar di Desa Daun, Sangkapura, dan enam bidang lebih dari 2 hektar di Desa Diponggo, Tambak. “Tinggal komitmen dinas terkait kapan merealisasikan TPST itu. Jangan sampai lahan yang sudah diberi jadi terbengkalai,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pembelian lahan untuk TPST ini sangat disambut baik oleh masyarakat Bawean. Sebab, disana sangat membutuhkan tempat untuk menampung sekaligus mengolah sampah. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru