KLIKJATIM.Com | Gresik — Sepanjang tahun 2021 kasus Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Gresik sudah menurun. Terhitung mulai dari bulan Januari sampai Oktober sebanyak 52 orang dengan human Immunodeficiency virus (ODHA).
[irp]
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Dr. Soni mengatakan, untuk memperingati hari Aids sedunia tepat pada 1 Desember 2021 dan di masa pandemi. Pihaknya melakukan forum peduli Aids bersama komunitas Odha, mahasiswa dan siswa.
Dengan tema yang diusung akhiri ketimpangan, akhiri aids yaitu selama akses pelayanan baik dan kemudahan akses pelayanan baik dari pengobatan, tes, penyuluhan dan lain sebagainya.
“Dengan tujuan mereka bisa menyampaikan kepada masyarakat umum tentang bahaya HIV/AIDS di lingkungan Kabupaten Gresik. Dalam masa pandemi saat ini, kami ingin mereka bisa menyampaikan kepada masyarakat umum tentang bahaya HIV/AIDS di Kabupaten Gresik. Meski dari catatan kasus HIV positif menurun tetap harus disosialisasikan bahaya tersebut,” ucap dr. Soni.
Sementara dalam forum aids tersebut disampaikan untuk jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Timur (Jatim) sebanyak 71 ribu. Sedangkan untuk jumlah 71 ribu yakni 20 ribu dalam pengobatan dan 51 ribu belum mendapatkan pengobatan. Namun untuk di Kabupaten Gresik sendiri di tahun 2020 sebanyak 86 dan di tahun 2021 sebanyak 52 odha.
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
“Jadi jumlah kasus positif HIV di Gresik sudah menurun dan hanya 52 ODHA,” jelasnya.
Adapun data Kabupaten Gresik di bulan Oktober 2021 sebanyak 642 orang dan di obati di RSUD Ibnu Sina Gresik sebanyak 450 odha. “Kami berharap di tahun 2030 untuk kasus HIV/AIDS sudah bebas. Sedangkan untuk pencegahan HIV/AIDS tidak melakukan sex bebas dan pakai narkoba,” jelasnya.
Sekedar diketahui, diperingati pada Hari AIDS Sedunia, AIDS (acquired immuno deficiency syndrome) sendiri merupakan sindrom atau sekumpulan gejala. Penyebabnya adalah imunitas tubuh yang melemah karena infeksi HIV (human immunodeficiency virus).
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Bupati Bojonegoro Ajak Perempuan Tampil di Garda Depan Pembangunan
Untuk tahun 2021 ini, organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan tema 'End inequalities. End AIDS' atau 'Akhiri ketidaksetaraan. Akhiri AIDS'.
Fokus peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini adalah menjangkau kelompok yang tidak mendapatkan akses layanan terkait HIV. WHO menyerukan para pemimpin untuk mengatasi ketidaksetaraan akses tersebut. (bro)
Editor : Redaksi