KLIKJATIM.Com | Surabaya--Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2019 telah banyak menggugurkan tenaga kesehatan (nakes). Bahkan, jumlahnya mencapai ribuan.
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
[irp]
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim dr Wike Herawati menyampaikan bahwa hingga Oktober 2021, sebanyak 3.022 nakes telah gugur. Menurutnya, jumlah tersebut sangatlah besar.
"Pada saat pandemi ini kita lihat tenaga kesehatan ini sangat berjasa bagi masyarakat. Mereka rela bertarung nyawa merawat orang-orang yang terpapar Covid-19. Mungkin itu juga bisa kita sebut mereka adalah pahlawan," ujar Wike dalam Diskusi Kamisan Gerindra Jatim bertajuk Refleksi Hari Pahlawan ; Nakes Pahlawan Melawan Covid-19, Kamis (11/11/2021).
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
Wike menyebut, di Indonesia, jika 1 orang dokter saja meninggal dunia, maka sama dengan 30 ribu orang terganggu pelayanan kesehatannya. Hal itu jika dihitung rasio kebutuhan masyarakat yang berjumlah sekitar 270 juta.
"Kalau menurut WHO itu, di dunia ada sekitar 180 ribu tenaga kesehatan yang telah meninggal. Jadi begitu besarnya tenaga kesehatan yang telah bertaruh nyawa," ungkap dia.
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Probolinggo dr Aminuddin menyampaikan, bahwa sebenarnya semua wajib untuk berjuang. Namun, kata dia, yang dinamakan pahlawan adalah mereka yang telah berjuang dengan maksimal dharma bhaktinya untuk kemakmuran Indonesia.
"Yang menarik, akhir-akhir ini sejak 2019 ada Covid-19 yang menjadi cobaan berat bagi Indonesia khususnya, dan mungkin dunia. Memang ujung tombaknya adalah tenaga kesehatan," tandasnya.
Editor : Redaksi