KLIKJATIM.Com | Gresik—Jembatan darurat di Dusun Ngepung, Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik hanyut setelah tergerus air. Akibatnya, akses dari Kecamatan Duduksampean menuju Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang terputus.
[irp]
Baca juga: Tingkatkan Produksi, Puluhan Pembudidaya Ikan Lele Ikuti Pembinaan di Dinas Perikanan Sampang
Jembatan Dusun Ngepung itu saat ini sedang masa perbaikan. Selama perbaikan, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas melalui jembatan darurat. Namun, setelah air bah Kali Lamong meluap, jembatan darurat itu pun ikut tergerus derasnya air.
“Jembatan hanya terbuat dari papan dan bambu. Wajar kalau saat debit air naik dan arusnya deras langsung ambrol,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito, Jumat (5/11/2021).
Tarso mengatakan, jembatan tersebut sebenarnya kondisinya sudah ambrol sejak Juli tahun lalu. Saat ini proses pengerjaan sedang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Jembatan darurat yang hanyut tergerus air itu disediakan untuk pengendara roda dua selama proses perbaikan jembatan.
Baca juga: COSCO Pilih Terminal Teluk Lamong, Arus Petikemas Internasional Tumbuh Melejit di Atas 90 Persen
“Nanti akan dibangunkan lagi jembatan darurat,” kata Tarso.
Banjir tahunan akibat luapan air sungai Kali Lamong kembali melanda sebagian desa di wilayah Gresik selatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyebutkan ada lima desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng, yang terendam banjir setelah hujan deras sejak Kamis (4/11/2021) malam.
Rinciannya ada empat desa di Kecamatan Balongpanggang. Antara lain di Desa Dapet, dengan kondisi air merendam jalan lingkungan sekitar 30–45 centimeter (cm) sepanjang 300 meter, 2 rumah warga, serta persawahan seluas 2 hektar (ha). Desa Banjaragung, banjir merendam jalan lingkungan setinggi 20–30 cm sepanjang 400 meter, dan 1 rumah warga.
Baca juga: Hilang Sejak Pagi, Nenek Penghuni Liposos Jember Ditemukan Menangis di Aliran Kali Jompo
Banjir di Desa Wotansari juga merendam jalan lingkungan sepanjang 675 meter dan Jalan Poros Desa (JPD) sepanjang 200 meter dengan ketinggian air masing-masing sekitar 20–30 cm, serta 5 rumah warga. Lalu di Desa Karangsemanding terjadi genangan di jalan lingkungan setinggi 10–20 cm sepanjang 200 M, dan persawahan seluas 8 ha.
Sedangkan di Kecamatan Benjeng melanda Desa Lundo, Dusun Jemek dengan genangan di jalan lingkungan sekitar 15–30 cm sepanjang 100 m, dan persawahan 5 ha.(mkr)
Editor : Redaksi