KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sepanjang Januari hingga Pebruari tahun ini, pengadaan beras di Bulog Sub Divre Bojonegoro baru menyerap beras sebesar 500 ton. Jumlah itu sangat jauh di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 35 ribu ton beras.
Baca juga: Tingkatkan Produksi, Puluhan Pembudidaya Ikan Lele Ikuti Pembinaan di Dinas Perikanan Sampang
Hal itu disampaikan Waka Bulog Sub Divre Bojonegoro, Aan Sugiarto. Dia Mengatakan, rendahnya serapan saat ini lantaran hasil panen di lapangan memang belum banyak. Karena masih sedikit petani yang panen, bahkan ada petani yang baru tanam.
[irp]
“ Kami prediksi serapan di lapangan baru banyak pada bulan April puncak panen raya,” ujarnya, Kamis (6/2/2020).
Menurutnya selain itu, stok setara beras Bulog tersedia sebanyak 41 ribu ton. Stok tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat hingga 15 bulan atau satu tahun kedepan.
Baca juga: COSCO Pilih Terminal Teluk Lamong, Arus Petikemas Internasional Tumbuh Melejit di Atas 90 Persen
“Stok beras yang ada tersebut juga bisa dipakai untuk persediaan beras komersial sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” tutur Aan.
[irp]
Baca juga: Hilang Sejak Pagi, Nenek Penghuni Liposos Jember Ditemukan Menangis di Aliran Kali Jompo
Dalam melakukan penyerapan beras, Bulog Bojonegoro melibatkan puluhan mitra kerja. Selain itu, bulog memiliki satuan tugas (Satgas) dan unit pengolahan gabah dan beras (UPGB). (af/bro)
Editor : M Nur Afifullah