KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sepanjang Januari hingga Pebruari tahun ini, pengadaan beras di Bulog Sub Divre Bojonegoro baru menyerap beras sebesar 500 ton. Jumlah itu sangat jauh di bawah target yang ditetapkan pemerintah sebesar 35 ribu ton beras.
Baca juga: Rombak 43 Pejabat Pemkab Jember, Bupati Gus Fawait Pakai Analogi Messi-Ronaldo
Hal itu disampaikan Waka Bulog Sub Divre Bojonegoro, Aan Sugiarto. Dia Mengatakan, rendahnya serapan saat ini lantaran hasil panen di lapangan memang belum banyak. Karena masih sedikit petani yang panen, bahkan ada petani yang baru tanam.
[irp]
“ Kami prediksi serapan di lapangan baru banyak pada bulan April puncak panen raya,” ujarnya, Kamis (6/2/2020).
Menurutnya selain itu, stok setara beras Bulog tersedia sebanyak 41 ribu ton. Stok tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat hingga 15 bulan atau satu tahun kedepan.
Baca juga: Dilalap Api 13 Jam, 2 Hektare Lahan Kering di Gunung Trianggulasi Jember Terbakar
“Stok beras yang ada tersebut juga bisa dipakai untuk persediaan beras komersial sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” tutur Aan.
[irp]
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
Dalam melakukan penyerapan beras, Bulog Bojonegoro melibatkan puluhan mitra kerja. Selain itu, bulog memiliki satuan tugas (Satgas) dan unit pengolahan gabah dan beras (UPGB). (af/bro)
Editor : M Nur Afifullah