KLIKJATIM.Com | Nganjuk - Sedikitnya 19 orang warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, mendapat perawatan medis di RSUD Kertosono. Mereka sakit mual dan diare usai menikmati hidangan hajatan tetangganya, Minggu (24/10/2021).
[irp]
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Dalam kejadian ini, Informasi yang didapat ada 1 orang dikabarkan meninggal dunia. Meski demikian pihak RSUD Kertosono belum memberikan pernyataan resmi terkait penanganan pasien keracunan.
Pantauan di ruang IGD RSUD Kertosono, warga yang diduga mengalami keracunan tampak memenuhi ruangan. Mereka diketahui tidak banyak bergerak, dan hanya bisa berbaring di tempat tidur perawatan.
Sejumlah anggota Polsek Kertosono dan Satpam RSUD Kertosono melakukan penjagaan pada warga yang diduga mengalami keracunan.
Salah satu warga yang masih terbaring di ruang IGD, berinisial Pjs (44) mengatakan, perutnya mengalami sakit sepulang acara hajatan.“Setelah makan, kayak pusing, terus kembung, mencret,” ujar Pjs, pria yang enggan disebutkan namanya ini.
Pjs merupakan salah satu tamu undangan yang diduga mengalami hal yang sama dengan lainya. Menurutnya, jumlah warga yang dibawa ke RSUD Kertosono, ini sekitar 20 orang.
Ia menyebut, informasinya ada yang meninggal dunia. Orang yang meninggal itu, ialah perempuan yang sempat dilarikan untuk mendapat perawatan ke RSUD Kertosono.
Baca juga: Ratusan Calhaj Sumenep Berstatus Risiko Tinggi, Pengawasan Kesehatan Diperketat
“Ya ada orang yang meninggal satu orang. Ia mencret, terus pingsan, terus ngorok,” kata Pjs.
Pjs mengatakan, saat ini kondisi tubuhnya sudah semakin membaik setelah dibawa ke IGD RSUD Kertosono.
Dia mengaku sempat tidak nafsu makan dan minum selama dua hari. Dia dilarikan ke dokter praktik hingga kemudian disarankan ke RSUD Kertosono.
Pjs mengatakan, makanan yang disajikan dalam hajatan itu beragam, mulai dari nasi goreng hingga capcai. “Makanan sajianya, ya nasi goreng, galanti, ayam kecap, capcai,” ungkap Pjs yang menjadi tamu udangan hajatan.
Baca juga: Said Abdullah Ingatkan Disiplin Kader, Cak Fauzi Bidik 15 Kursi DPRD Sumenep
Usai memakan salah satu sajian itu, ia merasa lemas dan tidak bisa menjaga daya tahan tubuh. Ia seperti orang yang mau pingsan. Semua gejala itu, dia rasaka pada keesokan harinya.
Hal yang sama juga dialami oleh MU (57), perempuan, warga setempat. Ia mengatakan, sakit perut dialaminya selama dua hari. Tapi ia mulai dibawa ke RSUD, pada hari ini.
“Saya dibawa anak saya hari ini tadi,” kata MU, yang juga menjadi tamu undangan dalam hajatan, Selasa (26/10/2021).
“Perut saya muser, terus mencret, pusing, iya sampai mual,” kata MU kepada wartawan. (ris)
Editor : Redaksi