Kelangkaan Solar Masih Berlanjut, Sejumlah Nelayan Kelimpungan

klikjatim.com
Antrian pengendara saat hendak isi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kelangkaan solar tidak hanya di Kepulauan Bawean. Di Daratan Jawa Kabupaten Gresik juga mengalami krisis solar.

[irp]

Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Bintang LVRI di Harvetnas 2026: Perjuangan Hari Ini Lawan Kemiskinan dan Jaga Persatuan

Nelayan asal Campurejo Solihun mengaku sudah sekitar lima hari stok solar kosong di daerahnya. Kendati demikian para nelayan tetap melalut dengan stok solar yang ada dan tidak ada kenaikan harga solat di Wilayah Gresik Utara itu.

“Gak ada kenaikan harga tapi solarnya yang tidak ada,” ucapnya.

Solihun bersama nelayan lainnya mengaku sangat kekurangan bahan minyak solar untuk melalut.

“Kita harus bagaimana, hanya pasrag saja,” keluhnya.

Dalam perhitungannya nelayan menghabiskan 125 liter solar sekali melalut. Dengan menggunakan kapal dibawah 8 gros ton (GT) yang beroperasi satu pekan melaut butuh solar 125 liter.

Baca juga: Arus Barang Tumbuh 10,85 Persen, Pelindo Multi Terminal Cetak Kinerja Positif Semester I 2026

Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Suci 54. 611.24 sudah sekitar seminggu mengalami kelangkaan solar.

Sementara itu, salah satu petugas SPBU Denny mengatakan, memang benar ada kelangkaan jenis pertamina solar. Sedangkan untuk jenis pertalite dan pertamax masih tersedia.

“Sudah sekitar seminggu mas,” ucapnya di lokasi, Minggu (17/10 /2021).

Baca juga: Demo Tolak Pinjaman Rp786 Miliar di DPRD Jember Memanas, Massa Cekcok dengan Ratusan Kades

Denny menjelaskan, kelangkaan solar dikarenakan ada pembatasan pengiriman dari pusat.

“Ada pembatasan pengiriman mas,” imbuhnya. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru