KLIKJATIM.Com | Gresik — Kelangkaan solar tidak hanya di Kepulauan Bawean. Di Daratan Jawa Kabupaten Gresik juga mengalami krisis solar.
[irp]
Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Jember Diusut Bareskrim, Truk Tangki Disita
Nelayan asal Campurejo Solihun mengaku sudah sekitar lima hari stok solar kosong di daerahnya. Kendati demikian para nelayan tetap melalut dengan stok solar yang ada dan tidak ada kenaikan harga solat di Wilayah Gresik Utara itu.
“Gak ada kenaikan harga tapi solarnya yang tidak ada,” ucapnya.
Solihun bersama nelayan lainnya mengaku sangat kekurangan bahan minyak solar untuk melalut.
“Kita harus bagaimana, hanya pasrag saja,” keluhnya.
Dalam perhitungannya nelayan menghabiskan 125 liter solar sekali melalut. Dengan menggunakan kapal dibawah 8 gros ton (GT) yang beroperasi satu pekan melaut butuh solar 125 liter.
Baca juga: Seleksi JPT Pratama Bojonegoro Masuki Tahap Presentasi dan Wawancara, Pansel Uji Kompetensi Peserta
Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Suci 54. 611.24 sudah sekitar seminggu mengalami kelangkaan solar.
Sementara itu, salah satu petugas SPBU Denny mengatakan, memang benar ada kelangkaan jenis pertamina solar. Sedangkan untuk jenis pertalite dan pertamax masih tersedia.
“Sudah sekitar seminggu mas,” ucapnya di lokasi, Minggu (17/10 /2021).
Baca juga: Dapur MBG di Sumenep Terancam Direlokasi, Sejumlah Kecamatan Kelebihan Kuota
Denny menjelaskan, kelangkaan solar dikarenakan ada pembatasan pengiriman dari pusat.
“Ada pembatasan pengiriman mas,” imbuhnya. (bro)
Editor : Redaksi