Tak Satu Pun Pejabat Berani Kunjungi Kampung 7 Pacitan

klikjatim.com
Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Adi Wibisono saat menggelar vaksinasi di Kampung 7.

KLIKJATIM.Com | Pacitan- Kampung 7 di Dusun Krajan Kidul, Desa Temon, Kabupaten Pacitan bisa disebut termajinal. Pasalnya kampung yang berada di area wisata pemandian air hangat itu tidak pernah didatangi oleh pejabat. 

[irp]

Baca juga: Kepercayaan Jadi Fondasi Distribusi Energi, PT Patra Logistik Tunjukkan Perannya di ELSF 2026

"Banyak yang takut sebenarnya datang ke sini. Banyak mitosnya, makanya pejabat takut untuk datang ke kampung 7," ujar kepala Dusun Krajan Kidul, Sri Wahyuni, Sabtu (8/10/2021). 

Dia menjelaskan jika pejabat tidak ada satu pun yang berani datang. Bahkan orang tua nya dulu yang menjabat sebagai kepala desa juga tidak berani. 

"Alasannya juga mungkin bisa hilang pangkatnya. Tapi menurut saya sendiri kalau memang niatnya baik juga bakal baik," terangnya. 

Dia pun cukup senang ketika Kapolres Pacitan, AKBP Wiwit Ari Wibisono mau berkunjung ke kampung 7. Mematahkan mitos selama ini. 

"Semoga saja setelah dari sini semua baik-baik saja. Biar menjadi contoh pejabat yang lain untuk berani masuk ke kampung 7," tambahnya. 

Sementara, AKBP Wiwit menyampaikan hanya ingin berbuat baik. Dia kesana menyasar warga yang belum vaksin covid 19.

"Dan memang benar warganya belum ada yang vaksin. Karena ingin berbuat baik. Kalau kita niatnya baik, kulonuwon dan berbuat baik disana," jelasnya. 

Baca juga: Laka Maut di Tikungan Gumitir: Nekat Mendahului, Truk Hantam Pengendara Motor Hingga Tewas

Alumni akpol 2002 ini merasa kasihan jika sebuah kampung tidak pernah disentuh oleh pejabat. Baik itu pejabat level bawah maupun lebvel atas. 

"Dengan masuknya  saya semoga semua bisa diikuti oleh pejabat lainnya untuk memperhatikan warga yang ada di kampung 7," tegasnya. 

Dia menilai termajinalnya kampung 7 itu harus segera disudahi. Sehingga ketika dia akan masuk ke kampung 7 juga melakukan komunikasi dari tokoh agama. 

"Saya kesana juga tidak ada ritual khusus. Hanya komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh kampung 7," bebernya 

Menurutnya, seharusnya tidak ada wilayah satupun yang dibedakan. Jika memang tidak siap membantu atau tidak berani mengambil langkah sebaiknya tidak menjadi pemimpin. 

Baca juga: Sakit Hati Berujung Pidana, Pemuda di Sampang Nekat Sebar Video Pornografi Hasil Rekam Layar

"Berpuluh puluh tahun tidak dikunjungi. Alhamdulilah kades kemarin berani masuk karena saya sudah masuk. Jadi masuk bersama saya. Camat yang takut-takut kemarin masuk. Sebelumnya, ammpun ampun menyampaikan kekita kalo dia ngga berani masuk, " pungkasnya. 

Sebelumnya, Kawasan Kampung Pitu yang berada di Dusun Krajan Kidul, Desa Temon menjadi kawasan terpencil di Kabupaten Pacitan.

Lokasinya tidak begitu jauh dari hiruk pikuk kota kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau berjarak 15 kilometer dari pusat kota.

Kepala Dusun Krajan Kidul, Sri Wahyuni menceritakan nama Kampung Pitu karena di lingkungan setempat tidak boleh ada rumah lebih dari 7 rumah.(mkr)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru