KLIKJATIM.Com | Pacitan--Tidak hanya jumlah rumah sebanyak 7 yang berdiri di Kampung Pitu, Dusun Krajan Kidul, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Ada hal unik lainnya di kampung terpencil ini.
[irp]
Baca juga: Kepercayaan Jadi Fondasi Distribusi Energi, PT Patra Logistik Tunjukkan Perannya di ELSF 2026
"Ada masjid tertua dan tempat berjemur yang diyakini ada sisi mistisnya," ujar Kepala Dusun Krajan Kidul, Sri Wahyuni, Jumat (8/10/2021).
Dia lalu berkisah tempat berjemur yang berada di sekitar masjid itu dianggap angker. Orang yang ke lokasi dengan niat tidak baik akan mendapatkan balasannya.
"Katanya tempat berjemur. Kalau jaman dulu bisa dikatakan musrik. Tanah jika diambil dimanfaatkan apa katanya dikabulkan. Tapi itu dulu," katanya.
Tentu, sekarang beda. Mereka yang mengambil tanah dipercaya akan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. "Di sana hanya boleh berdoa kepada Allah," tegasnya.
[caption id="attachment_82850" align="alignnone" width="300"]
Bangunan masjid setelah dicat ulang. Namun tidak merubah struktur bangunan.[/caption]
Baca juga: Laka Maut di Tikungan Gumitir: Nekat Mendahului, Truk Hantam Pengendara Motor Hingga Tewas
Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu ada warga setempat merantau. Kemudian di lokasi perantauan mendapat masalah.
"Merasa dicurigai. Ketika pulang orang itu membawa tanah dari lokasi itu. Eh waktu balik malah mobilnya kebakaran di hutan. Juga alat kerjanya," tegasnya.
Sementara, untuk masjid ada satu. Tidak ada nama khusus. Hanya saja, orang setempat menyebutnya sebagai Masjid Ngendak.
"Masjid unik. Karena ada masjid tertua itu. Dulu masjid itu katanya nenek jaman dulu. Ada pertapa saktinya," ceritanya.
Dia menambahkan, masjid itu dipercaya sebagai penyebaran agama Islam pertama di Pacitan. Karena para wali juga singgah di lokasi untuk siar agama Islam.
"Nah juga berjemur di tempat yang saya ceritakan tadi," tambahnya
Masjid itu, tidak pernah dipugar atau direnovasi total. Warga hanya berani merenovasi bagian luar saja. Masjidnya masih dengan ornamen tua.
Baca juga: Sakit Hati Berujung Pidana, Pemuda di Sampang Nekat Sebar Video Pornografi Hasil Rekam Layar
"Renovasi cuma di samping-sampingnya. Belum direnovasi. Tidak ada yang berani," terangnya.
Namun demikian, saat ramadhan banyak warga dari Kabupaten Pacitan maupun luar Kabupaten Pacitan berdatangan. Mereka berdoa dan meminta sesuatu.
"Mungkin lolos CPNS. Rejeki lancar dan meminta kekuatan. Kebanyakan itu minta kekuatan untuk menghadapi hidup," pungkasnya.
Sebelumnya, kawasan Kampung Pitu yang berada di Dusun Krajan Kidul, Desa Temon menjadi kawasan terpencil di Kabupaten Pacitan.
Lokasinya tidak begitu jauh dari hiruk pikuk kota kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau berjarak 15 kilometer dari pusat kota.
Kepala Dusun Krajan Kidul, Sri Wahyuni menceritakan nama Kampung Pitu karena di lingkungan setempat tidak boleh ada rumah lebih dari 7 rumah.(mkr)
Editor : Iman