KLIKJATIM.Com | Gresik — Proyek pembangunan tanggul parapet di Desa Tambak Beras dan Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik masih proses pengerjaan. Hingga saat ini progressnya pun mencapai 65 persen.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi
Pemkab Gresik optimis pengerjaan tahap awal ini bisa diselesaikan sampai tutup tahun nanti.
Sambil menunggu proses pengerjaan yang ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Pemkab Gresik juga menganggarkan Rp 8,3 miliar dalam Perubahan APBD 2021. Dana itu diantaranya untuk normalisasi atau pengerukan sungai di wilayah Benjeng dan Balongpanggang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik, Achmad Wasil mengatakan, saat ini BBWS sedang menyelesaikan tanggul parapet sepanjang 1,3 kilometer. Pengerjaan itu menggunakan dana APBN senilai Rp 100 miliar.
Untuk tahun 2021 ini, Pemkab Gresik tidak hanya melakukan pembebasan lahan terkait penanggulangan banjir akibat luapan air Kali Lamong. Namun juga mengalokasikan anggaran Rp 8,3 miliar.
Rinciannya Rp 5 miliar untuk membeli tiga unit alat berat, dan Rp 3 miliar untuk normalisasi sungai. “Ini pengadaan sudah proses lelang, tapi nunggu P-APBD digedok,” ucapnya.
Pengerukan sedimen yang berada di Kali Lamong ini akan dilakukan di Desa Lundo, Deliksumber, Munggugiyanti, Munggugebang, Banjaragung, dan Bulangkulon. Desa-desa itu berada di dua kecamatan, yakni Benjeng dan Balongpanggang.
“Mudah-mudahan pertengahan Oktober nanti SPMK (surat perintah mulai kerja) bisa dilakukan,” imbuhnya.
Lebih Wasil menambahkan, tahun depan terkait anggaran pengerukan sedimentasi juga sudah disiapkan. Yakni Rp 5 miliar.
Dana ini di luar dari anggaran pembebasan lahan. Dan proyeksi anggaran yang dibutuhkan untuk membebaskan lahan seluas 282 hektar hingga tahun 2025 nanti mencapai sekitar Rp 799 miliar.
Baca juga: Fasilitas IPAL Belum Sesuai Standar, Operasional Dapur MBG di Kabupaten Gresik Dievaluasi
Program penanggulangan banjir akibat luapan Kali Lamong ini akan menggunakan beberapa pola penanganan. Seperti tanggul parapet, pembuatan embung, hingga sudetan. “Ini masih perencanaan, ada sembilan titik nanti dibuat tempat penampungan air," paparnya.
Perlu diketahui, pengendalian banjir Kali Lamong di Gresik meliputi 6 kecamatan dengan total luas 282,78 hektar atau 2.391 bidang. Rinciannya TKD 79 bidang, wakaf 2 bidang, pemerintah 1 bidang dan masyarakat 2.309 bidang.
Dan Kali Lamong sendiri melintasi Gresik sepanjang 64 kilometer. (nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar