Sepi Penumpang, Dua Bus Damri Bawean Dicarterkan

klikjatim.com
Warga Bawean saat menikmati bus Damri di Pulau Bawean. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Bantuan dua bus Damri di Pulau Bawean dinilai belum efektif. Dua bus yang sudah ditentukan tarifnya sejak awal bulan September ini masih sepi penumpang. Sehingga dua bus sering digunakan akses carteran oleh masyarakat Bawean. 

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara

Koordinator Damri Bawean Syafiuddin mengatakan, terhitung empat bulan sejak diresmikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dua bus yang mempunyai rute keliling Bawean ini masih belum diminati masyarakat.

“Hanya ada 5 sampai 8 penumpang saja, dari 20 kapasitas dari bus, itu pun dari penumpang kapal yang rutenya ke Kecamatan Tambak,” ungkapnya, Jumat (24/9/2021). 

Syafik sapaan akrabnya, menjelaskan dua bus bantuan Pemkab Gresik ini lebih sering digunakan untuk carteran. Dengan tarif yang berbeda antara Kecamatan Tambak dan Sangkapura. 

“Kalau ke Sangkapura Rp 250 ribu, ke Tambak Rp 350 ribu, dan untuk carteran keliling Bawean atau seharian Rp 450 ribu. Semua tarif ditentukan pihak Damri Surabaya. Kita melakukan tarif sesuai petunjuk dari Kantor,” bebernya. 

Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep

Bagaiamana dengan tarif umum, dikatakan Syafik untuk penumpang umum Rp 10 ribu, dari Pelabuhan Sangkapura ke Tambak Rp 25 ribu, dan Pelajar Rp 5 ribu. 

Kendati demikian, menurut Syafik patut disayangkan dari dua Damri ini tidak berjalan setiap hari. Bahkan hanya berjalan saat ada penumpang dari kapal di Pelabuhan. 

“Kemarin saja seharian keliling Bawean tidak ada penumpang,” tandasnya.

Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Tursilowanto Hariogi mengakui apabila dua unit angkutan di Bawean belum bisa maksimal. Salah satunya terdampak PPKM. Namun menurutnya, untuk pengguna dari kalangan masyarakat dan pelajar masih ada. “Untuk wisatawan sangat sepi,” ujarnya.

Terkait pengajuan subsidi, Tursilo mengaku sejauh ini belum menerima informasi terbaru dari Kementrian Perhubungan. Yang jelas, Pemkab Gresik telah mengajukan pemberian subsidi terhadap angkutan perintis yang beroperasi tersebut.(mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru