KLIKJATIM.Com | Surabaya--Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jatim per 31 Juli 2021 baru mencapai Rp 8 triliun dari target Rp 13 triliun. Capaian itu menurun jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu.
[irp]
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Hidayat mengatakan, atas capaian tersebut pihaknya telah meminta dalam empat bulan ke depan Bapenda Provinsi Jatim agar melakukan sejumlah terobosan.
"Kita minta dalam empat bulan ke depan harus ada terobosan-terobosan, harus ada aksi-aksi yang brilian, sehingga PAD kita bisa meningkat," ungkap Hidayat usai Hearing bersama Bapenda Jatim, Selasa (31/8/2021) kemarin.
Bapenda Jatim, kata dia, harus melakukan terobosan utamanya peningkatan pelayanan dan pemberian insentif wajib pajak kepada masyarakat, khususnya PKB dan BBN-KB.
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
"Insentif harus diberikan kepada masyarakat. Bisa pemotongan, diskon, pemutihan atau insentif yang menarik biar masyarakat berbondong-bondong datang bayar kewajibannya," jelas politisi asal Fraksi Gerindra tersebut.
Hidayat membeberkan, tahun lalu PAD Jatim per Juli 2020 mencapai Rp 8 triliun dari target Rp 12 triliun. Artinya, capaian pada tahun 2021 ini mengalami penurunan, jika dihitung secara year on year (y-o-y).
Baca juga: Peringati Hari Kartini, Bupati Bojonegoro Ajak Perempuan Tampil di Garda Depan Pembangunan
Sehingga, lanjut dia, hal itu akan dapat menggangu program yang sudah dicanangkan oleh Pemprov Jatim, khususnya program yang menyangkut soal infrastruktur dan bantuan sosial.
"APBD tahun 2020 itu, PAD kita targetnya 12 triliun. Per Juli tercapai 8 triliun. Kalau year on year berarti ada penurunan sekitar 1 triliun. Karena beliau (Kepala Bapenda) baru, kita minta untuk pendalaman masalah kemudian ada terobosan," tandasnya.(mkr)
Editor : Redaksi