KLIKJATIM.Com | Surabaya - Hasil riset The Global Gender Gap Report 2021 mencatat bahwa kesenjangan gender di Indonesia masih sangat tinggi. Dan upaya menghapus kesenjangan tersebut butuh waktu sangat lama sekitar 130 tahun.
[irp]
Prof. Etin Anwar, MA., Ph. D., Profesor Hukum Studi Agama Hobart dan William Smith Colleges, New York, Amerika Serikat mengungkapkan, berdasarkan laporan dari World Economic Forum, saat ini Indonesia berada di urutan 101 dari 156 negara terkait kesenjangan gender. "Laporan dari World Economic Forum, Indonesia berada di rangking 101 dari 156 negara terkait kesenjangan gender," ungkap Prof Etin Anwar saat Webinar 'Dakwah dan Pemberdayaan Perempuan', yang digelar Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Jumat (27/8/2021).
Prof Etin juga menuturkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi hak-hak perempuan. Sebab kesempatan yang sama dari perempuan dan laki-laki hanya bisa diciptakan oleh negara. "Kemajuan perempuan ada di tangan pemerintah melalui pembuatan kebijakan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Daiyah Fatayat NU (Fordaf) Kabupaten Bogor, Dr. Hj. Lilis Fauziah menjelaskan di era digitalisasi, platform digital apapun bisa dipakai untuk media menyampaikan kebaikan, khususnya soal gender.
Kendati demikian, tapi perlu juga diketahui bagaimana cara untuk memikat minat masyarakat. Misalnya bisa dengan membuat konten yang bisa menjadikan masyarakat penasaran sehingga mereka terus mengikutinya.
"Kita harus mempunyai strategi dalam berdakwah melalui media digital. Mulai dari rutinitas dalam membuat konten dan mengetahui waktu yang tepat untuk upload-nya," bebernya.
Sebagai informasi, Webinar tersebut rencananya akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut yang digelar mulai tanggal 27-29 Agustus 2021. Kegiatan tersebut juga dibuka langsung oleh Dekan FDK, Dr. Halim M. Ag.
Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan
Pada kesempatan itu, Dr. Halim menyebut bahwa forum seperti ini perlu diadakan lebih sering lagi. Pasalnya, di situ bisa dipakai untuk bertukar pengetahuan dan bisa menjadi media untuk berdakwah.
"Kegiatan ini merupakan spirit dalam mengembangkan agama Islam yang sifatnya rahmatan lil alamin," tandasnya. (nul)
Editor : Redaksi